KATA PENGANTAR
Puji
dan Syukur Saya Naikan Kepada TUHAN Yang Maha Kuasa Karena atas Berkat dan
Rahmatnya, sehingga saya bisa menyelesaikan Makalah ini
dengan segala baik. Dan di dalam Makalah ini Memuat tentang “ Inflasi ,
Penganguran dan Pertumbuhan Ekonomi ” . dan Makalah ini adalah sebagai bukti Saya Selaku Seorang
Mahasiswa untuk memenuhi Tugas yang telah di berikan Dosen “ Pengantar Ekonomi
Makro “ kepada Saya.
Saya
sebagai Penulis menyadari bahwa Makalah ini jauh dari sempurna.
Oleh karena itu, Saya Penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang
sifatnya membangun demi sempurnaan Makalah ini. Semoga Makalh ini dapat berguna bagi Penulis dan Pembaca,
Serta Pihak-pihak yang telah membantu Saya dan Siapa saja yang ingin
memanfaatkan Laporan ini sebagai Refisi
.
Ambon
7 April 2018
Penulis Makalah
Hendriyeta
Nahumury
Daftar Isi
Kaper .............................................
Kata Pengantar .............................................
Bab I Pendahuluan .............................................
A. Latar Belakang .............................................
B.
Rumusan Masalah .............................................
C. Tujuan .............................................
Bab II Pembahasan .............................................
1.
Apa pengertian inflasi.
2.
Sebutkan jenis –jenis inflasi.
3.
Sebutkan efek yang ditimbulkan dari inflasi.
4.
Bagaimana cara mencegah adanya inflasi.
5.
Apa pengertian pengangguran.
6.
Sebutkan jenis – jenis pengangguran.
7.
Sebutkan penyebab pengangguran.
8.
Bagaimana strategi mengatasi pengangguran.
9.
Apakah pengertian pertumbuhan ekonomi.
10. Perbedaan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi
11. Teori tentang pertumbuhan ekonomi.
12. Faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi.
13. Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi .
Bab III Penutup .............................................
Kesimpulan .............................................
Saran .............................................
Daftar Pustaka .............................................
Bab
I Pendahuluan
A.
Latar
Belakang
Inflasi dan pengangguran adalah dua masalah ekonomi
utama yang dihadapi setiap negara. Kedua masalah ekonomi itu dapat mewujudkan
beberapa pengaruh buruk yang bersifat ekonomi, politik, dan sosial. Untuk
menghindari berbagai pengaruh buruk yang mungkin timbul, berbagai kebijakan
ekonomi perlu dijalankan.
Pengangguran merupajkan masalah ketenaga kerjaan yang
dialami oleh banyak Negara. Begitu seriusnya masalah ini sehingga dalam setiap
rencana-rencana pembangunan ekonomi masyarakat selalu dikatakan dengan tujuan
untuk menurunkan angka pengangguran. Namun kebiksanaan pemecahan sudah barang
tentu harus dialamatkan kepada apa yang menjadi penyebabnya. Oleh karena itu
setiap analisis masalah-masalah ini selalu berminat untuk mengetahui profil permasalahanya.
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan
kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang
lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga
sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan
dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Pertumbuhan ekonomi sering disama
artikan dengan pembangunan ekonomi, tetapi pada dasar nya dua hal itu berbeda
pengertiannya. Dengan ada nya pertumbuhan ekonomi maka akan ada pembangunan
ekonomi dimana dengan pertumbuhan ekonomi itu sendiri akan memuncul kan
pembangunan pembangunan ekonomi. Banyak faktor yang mempengaruhi laju
pertumbuhan ekonomi Indonesia,baik faktor pendorong maupun faktor penghambat.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apa pengertian inflasi.
2.
Sebutkan jenis –jenis inflasi.
3.
Sebutkan efek yang ditimbulkan dari inflasi.
4.
Bagaimana cara mencegah adanya inflasi.
5.
Apa pengertian pengangguran.
6.
Sebutkan jenis – jenis pengangguran.
7.
Sebutkan penyebab pengangguran.
8.
Bagaimana strategi mengatasi pengangguran.
9.
Apakah pengertian pertumbuhan ekonomi.
10. Perbedaan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi
11. Teori tentang pertumbuhan ekonomi.
12. Faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi.
13. Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi.
C.
Tujuan
Kita Sebagai Penulis dan Pembaca Dapat
Mengetahui definisi pertumbuhan ekonomi , Dapat membedakan pertumbuhan ekonomi
dan pembangunan ekonomi , Mengetahui teori-teori tentang pertumbuhan ekonomi
, Mengetahui faktor-faktor yang
menentukan pertumbuhan ekonomi ,
Mengetahui perkembangan pertumbuhan Indonesia terkini.
Serta Dalam
Inflasi dan Pengangguran juga bertujuan untuk menerangkan tentang bentuk –
bentuk masalah pengangguran dan inflasi yang dihadapi suatu perekonomian dan
bentuk kebijakan pemerintah yang dapat dijalankan untuk mengatasi masalah
tersebut.
Bab
II Pembahasan
1.
Pengertian inflasi
Inflasi adalah proses kenaikan harga – harga umum barang
– barang secara terus – menerus. Ini tidak berarti bahwa harga – harga berbagai
macam barang itu naik dengan persentase yang sama. Mungkin dapat terjadi
kenaikan tersebut tidaklah bersamaan. Yang penting terdapat kenaikan harga umum
barang secara terus – menerus selama satu periode tertentu.
Kenaikan
harga ini diukur dengan menggunakan indeks harga. Beberapa indeks harga yang sering
digunakan untuk mengukur inflasi antara lain:
a.
Indeks biaya hidup (consumer price index)
Indeks
biaya hidup mengukur biaya atau pengeluaran untuk membeli sejumlah barang dan
jasa yang dibeli oleh rumah tangga untuk keperluan hidup. Angka penimbang
biasanya didasarkan atas besarnya persentase pengeluaran untuk barang tertentu
terhadap pengeluaran keseluruhan. Laju inflasi dapat dihitung dengan cara
menghitung persentase kenaikan atau penurunan indeks harga dari tahun ke tahun.
b.
Indeks harga perdagangan besar (wholesale price index)
Indeks
perdagangan besar menitikberatkan pada sejumlah barang pada tingkat perdagangan
besar. Ini berarti harga bahan mentah, bahan baku atau setengah jadi masuk
dalam perhitungan indeks harga.
c.
GNP deflator
GNP
deflator diperoleh dengan membagi GNP nominal (atas dasar harga berlaku) dengan
GNP riil (atas dasar harga konstan).
GNP
deflator = GNP Nominal x 100 GNP Riil
Jenis – jenis inflasi
a.
Jenis inflasi menurut sifatnya)
Merayap (creeping inflation)
Biasanya
creeping inflation ditandai dengan laju inflasi yang rendah (kurang dari 10%
per tahun).
2)
Inflasi menengah ( galloping inflation)
Inflasi
menengah (galloping inflation) ini ditandai dengan kenaikan harga yang cukup
besar (biasanya double digit atau bahkan triple digit) dan kadangkala berjalan
dalam waktu yang relative pendek serta mempunyai siat akselerasi.
3)
Inflasi tinggi ( hyper inflation)
Inflasi
tinggi merupakan inflasi yang paling parah akibatnya. Harga – harga naik sampai
5 atau 6 kali. Masyarakat tidak lagi berkeinginan untuk menyimpan uang. Nilai
uang merosot dengan tajam sehingga ingin ditukarkan dengan barang. Perputaran
uang makin cepat, harga naik secara akselerasi. Biasanya keadaan ini timbul
apabila pemerintah mengalami defisit anggaran belanja.
b.
Jenis inflasi menurut sebabnya
1)
Demand – pull inflation
Inflasi
ini timbul karena permintaan masyarakat akan berbagai barang terlalu kuat.
Inflasi ini bermula dari adanya kenaikan permintaan total barang bertambah
(aggregate demand) sedangkan ongkos produksi naik.
2)
Cost – push inflation
Cost
push inflation biasanya ditandai dengan kenaikan harga serta turunnya produksi.
Keadaan ini timbul biasanya dimulai dengan adanya penurunan dalam penawaran total
(aggregate supply) sebagai akibat kenaikan biaya produksi.
c.
Inflasi berdasarkan sumber atau penyebab
1.
Inflasi tarikan permintaan
Inflasi
ini terjadi apabila sektor perusahaan tidak mampu dengan cepat melayani
permintaan masyarakat yang wujud dalam pemasaran. Masalah kekurangan barang
akan berlaku dan ini akan mendorong kepada kenaikan harga – harga. Inflasi ini
biasanya berlaku pada ketika perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga
kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi berjalan dengan pesat.
2.
Inflasi desakan biaya
Inflasi
desakan biaya adalah masalah kenaikan harga – harga dalam perekonomian yang
disebabkan oleh kenaikan biaya produksi sebagai akibat kenaikan harga bahan
mentah atau kenaikan upah. Pertambahan biaya produksi akan mendorong
perusahaan – perusahaan menaikkan harga, walaupun mereka harus mengambil resiko
akan menghadapi pengurangan dalam permintaan barang – barang yang
diproduksinya.
3.
Inflasi di impor
Inflasi
di impor ini terjadi karena kenaikan harga – harga yang disebabkan oleh
kenaikan harga barang impor yang digunakan sebagai bahan mentah produksi dalam
negeri.
2. Efek yang ditimbulkan dari Inflasi
Inflasi
dapat mempengaruhi distribusi pendapatan, alokasi faktor produksi serta produk
nasional.
a.
Efek terhadap pendapatan(Equity Effect)
Efek
terhadap pendapatan sifatnya tidak merata, ada yang dirugikan dan ada pula yang
diuntungkan dengan adanya inflasi. Seseorang yang memperoleh pendapatan tetap
akan dirugikan oleh adanya inflasi. Sebaliknya, pihak – pihak yang mendapat
keuntungan dengan adanya inflasi adalah mereka yang memperoleh kenaikan
pendapatan dengan persentase yang lebih besar dari laju inflasi.
b.
Efek terhadap Efisiensi (Efficiency Effects)
Inflasi
dapat pula mengubah pola alokasi faktor – faktor produksi. Perubahan ini dapat
terjadi melalui kenaikan permintaan akan berbagai macam barang yang kemudian
dapat mendorong terjadinya perubahan dalam produksi beberapa barang tertentu
sehingga mengakibatkan alokasi faktor produksi menjadi tidak efisien.
c.
Efek terhadap Output ( Output Effects)
Dalam
menganalisa kedua efek di atas (equity dan efficiency effects) digunakan suatu
anggapan bahwa output tetap. Hal ini dilakukan agar dapat diketahui efek
inflasi terhadap distribusi pendapatan dan efisiensi dari jumlah output
tertentu tersebut.
d.
Inflasi dan perkembangan ekonomi
Inflasi
yang tinggi tingkatnya tidak akan menggalakkan perkembangan ekonomi. Biaya yang
terus menerus naik menyebabkan kegiatan produktif sangat tidak menguntungkan.
Maka pemilik modal biasanya lebih suka menggunakan uangnya untuk tujuan
spekulasi. Antara lain tujuan ini dicapai dengan pembeli harta – harta tetap
seperti tanah, rumah dan bangunan.
e.
Inflasi dan kemakmuran masyarakat
Disamping
menimbulkan efek buruk atas kegiatan ekonomi negara, inflasi juga dapat
menimbulkan efek – efek berikut dari individu kepada masyarakat.
1)
Inflasi akan menurunkan pendapatan riil orang – orang yang berpendapatan tetap.
2)
Inflasi akan mengurangi niali kekayaan yang berbentuk uang.
3)
Memperburuk pembagian kekayaan.
3. Cara Mencegah
Inflasi
a.
Kebijaksanaan Moneter
Sasaran
kebijaksanaan moneter di capai melalui pengaturan jumlah uang beredar (M).
salah satu komponen jumlah uang adalah uang giral (demand deposit). Uang giral
dapat terjadi melalui dua cara, pertama apabila seseorang memasukkan uang kas
ke bank dalam bentuk giro, kedua, apabila seseorang memperoleh pinjaman dari
bank tidak diterima kas tetapi dalam bentuk giro. Instrument lain yang dapat
dipakai untuk mencegah inflasi adalah politik pasar terbuka ( jual/beli surat
berharga) dengan cara menjual surat berharga bank sentral dapat menekan
perkembangan jumlah uang beredar sehingga laju inflasi dapat lebih rendah.
b.
Kebijaksanaan Fiskal
Kebijaksanaan
fiskal menyangkut pengaturan tentang pengeluaran pemerintah serta perpajakan
yang secara langsung dapat mempengaruhi permintaan total dan dengan demikian
akan mempengaruhi harga. Inflasi dapat dicegah melalui penurunan permintaan
total, sehingga inflasi dapat ditekan.
c.
Kebijaksanaan yang berkaitan dengan Output
Kenaikan
output dapat memperkecil laju inflasi. Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai
misalnya dengan kebijaksanaan penurunan bea masuk sehingga impor barang
cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang di dalam negeri cenderung
menurunkan harga.
d.
Kebijaksanaan penentuan harga dan indexing
Ini
dilakukan dengan penentuan ceiling harga, serta mendasarkan pada indeks harga
tertentu untuk gaji ataupun upah (dengan demikian gaji/upah secara riil tetap).
Kalau indeks harga naik, maka gaji/ upah juga dinaikkan.
4. Cara Mencegah
Inflasi
a. Kebijaksanaan Moneter
Sasaran kebijaksanaan moneter di capai melalui
pengaturan jumlah uang beredar (M). salah satu komponen jumlah uang adalah uang
giral (demand deposit). Uang giral dapat terjadi melalui dua cara, pertama apabila
seseorang memasukkan uang kas ke bank dalam bentuk giro, kedua, apabila
seseorang memperoleh pinjaman dari bank tidak diterima kas tetapi dalam bentuk
giro. Instrument lain yang dapat dipakai untuk mencegah inflasi adalah politik
pasar terbuka ( jual/beli surat berharga) dengan cara menjual surat berharga
bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga laju
inflasi dapat lebih rendah.
b. Kebijaksanaan Fiskal
Kebijaksanaan fiskal menyangkut pengaturan tentang
pengeluaran pemerintah serta perpajakan yang secara langsung dapat mempengaruhi
permintaan total dan dengan demikian akan mempengaruhi harga. Inflasi dapat
dicegah melalui penurunan permintaan total, sehingga inflasi dapat ditekan.
c. Kebijaksanaan yang
berkaitan dengan Output
Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi.
Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijaksanaan
penurunan bea masuk sehingga impor barang cenderung meningkat. Bertambahnya
jumlah barang di dalam negeri cenderung menurunkan harga.
d. Kebijaksanaan penentuan
harga dan indexing
Ini dilakukan dengan penentuan ceiling harga, serta
mendasarkan pada indeks harga tertentu untuk gaji ataupun upah (dengan demikian
gaji/upah secara riil tetap). Kalau indeks harga naik, maka gaji/ upah juga
dinaikkan
5.
Pengertian pengangguran
Pengangguran didefinisikan sebagai ketidak
mampuan angkatan kerja (labor force)untuk memperoleh pekerjaan sesuai yang mereka
butuhkan dan mereka inginkan. Dengan kata lain, pengangguran merujuk pada
situasi atau keadaan dimana seseorang menghadapi ketiadaan kesempatan kerja.
Orang yang sudah memiliki pekerjaan dan menjalankan pekerjaannya juga dapat
digolongkan sebagai pengangguran karena konsep pengangguran dapat dilihat dari
tiga dimensi, yaitu:
a.
Waktu
b.
Intensitas pekerjaan
c.
Produktivitas
d.
Orang
yang sudah bekerja dapat digolongkan sebagai setengah pengangguran apabila
pekerjaan yang dilakukan oleh orang tersebut tidak sesuai dengan ketrampilan
dan keahlian yang dimilikinya. Secara lebih rinci, setengah pengangguran dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu:
a.
Setengah pengangguran kentara (visible under-employment) kriteria setengah
pengangguran kentara yaitu:
1)
Bekerja kurang dari jam kerja normal.
2)
Melakukan pekerjaan secara terpaksa.
3)
Sudah bekerja tapi masih mencari pekerjaan lain atau masih bersedia menerima
pekerjaan tambahan.
b.
Setengah pengangguran tak kentara (invisible under-employment) dapat tercermin
dari adanya ketidaktepatan dalam penempatan sumber daya manusia, atau adanya
ketidak seimbangan antara tenaga kerja dengan faktor produksi. Hal ini ditandai
dengan rendahnya tingkat pendapatan, ketrampilan yang kurang dimanfaatkan, dan
rendahnya tingkat produktifitas.
Setengah
pengangguran, baik yang kentara maupun yang tidak kentara dapat dihitung dengan
cara membagi jumlah penduduk yang setengah menganggur pada tahun t dengan
jumlah angkatan kerja pada tahun yang bersangkutan.
Setengah
penganggur
= setengah penganggur
tahun t Angkatan kerja tahun t
6. Penyebab pengangguran
a.
Pertumbuhan penduduk yang tinggi
Ketidakseimbangan
antara pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi dengan kemampuan perekonomian
menyediakan lapangan pekerjaan akan menyebabkan terjadinya pengangguran.
b.
Rendahnya laju investasi produktif
Rendahnya
investasi di Negara berkembang merupakan salah satu penyebab rendahnya
kesempatan kerja yang tersedia bagi masyarakat. Meskipun sumber daya alam yang
dimiliki melimpah, tetapi kapasitas produksi dan sumber daya yang ada belum
digunakan secara penuh (underemployment).
c.
Siklus bisnis yang melemah
Siklus
bisnis secara actual di ukur dari GNP riil yang merupakan nilai pasar dari
barang dan jasa yang dihasilkan selama satu tahun. Pada saat puncak kegiatan
bisnis, kebutuhan akan tenaga kerja sangat besar sehingga pada kondisi ini
jumlah pengangguran relative rendah atau sebaliknya.
d.
Rendahnya kualitas pendidikan masyarakat.
Pengangguran
dapat terjadi karena masyarakat tidak mampu memanfaatkan kesempatan kerja yang
tersedia. Ketidakmampuan dalam memanfaatkan kesempatan kerja tersebut, salah
satunya disebabkan oleh ketidaksesuaian keahlian yang dibutuhkan dengan
keahlian tenaga kerja yang dimiliki.
e.
Strategi industry yang labor saving
Kemajuan
teknologi yang terjadi di satu sisi mengakibatkan jumlah output yang mampu
dihasilkan dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, kemajuan
teknologi kadang juga diikuti dengan penghematan penggunaan tenaga kerja (labor
saving) pada suatu proses produksi dan menggunakan modal secara intensif yang
pada akhirnya akan menimbulkan pengangguran.
7. Bentuk – bentuk pengangguran
Pengangguran
dibagi menjadi beberapa bentuk, diantaranya:
a.
Pengangguran terbuka (open unemployment)adalah tenaga kerja yang
sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan.
Pengangguran
terbuka dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1)
Pengangguran sukarela
Pengangguran
sukarela merupakan kelompok angkatan kerja yang memilih tidak bekerja karena
tidak bersedia digaji pada jumlah tertentu maupun mengharapkan pekerjaan yang
lebih baik.
2)
Pengangguran terpaksa
Pengangguran
terpaksa merupakan kelompok angkatan kerja yang bersedia bekerja tetapi belum
mendapatkan pekerjaan.
Besarnya
tingkat penganggur terbuka, dihitung dengan cara membagi jumlah pengangguran
terbuka dengan jumlah angkatan kerja pada tahun yang bersangkutan. Rumus yang
digunakan adalah sebagai berikut:
Penganggur
terbuka
= penganggur terbuka Angkatan kerja
b.
Setengah pengangguran (underemployment)
Tenaga
kerja yang termasuk setengah menganggur adalah kelompok tenaga kerja yang
lamanya bekerja (dalam satuan hari, jam, ataupun minggu) kurang dari yang
seharusnya mereka kerjakan.
c.
Bekerja secara tidak penuh yaitu mereka yang tidak digolongkan sebagai
pengangguran terbuka dan setengah pengangguran.
Yang
termasuk disini adalah :
1)
Pengangguran tak kentara (disguised unemployment)
2)
Pengangguran tersembunyi (hidden unemployment)
Penyebab
pengangguran tersembunyi adalah orang yang bekerja tidak sesuai dengan jenis
dan tingkat pendidikannya sehingga orang tersebut tidak dapat bekerja secara
maksimal.
3)
Pension awal
Pension
awal memiliki tujuan tertentu, misalnya untuk memberi kesempatan tenaga kerja
baru yang memiliki pemikiran yang lebih aplikatif maupun mengurangi tenaga
kerja tua yang produktifitasnya mulai menurun.
d.
Tenaga kerja lemah (impaired)
Kelompok
ini sebenarnya memiliki pekerjaan dan bekerja secara penuh, tetapi
intensitasnya rendah.
e.
Tenaga kerja tidak produktif
Kelompok
angkatan kerja ini sebenarnya sudah memiliki pekerjaan dan mampu bekerja secara
produktif, tapi karena kurangnya fasilitas yang dimiliki perusahaan mengakibatkan
mereka menghasilkan pekerjaan yang tidak memuaskan.
8. Jenis – jenis pengangguran
a.
Jenis pengangguran berdasarkan penyebabnya.
1)
Pengangguran normal atau friksional
Pengangguran
normal atau friksional adalah seseorang yang berhenti bekerja karena kurang
menyukai pekerjaannya atau tidak sepaham dengan atasannya.
2)
Pengangguran siklikal
Pengangguran
siklikal adalah seseorang yang diberhentikan karena perusahaan mengurangi
pekerja akibat penurunan permintaan
3)
Pengangguran structural
Pengangguran
structural adalah seseorang yang berhenti bekerja karena perusahaannya ditutup,
meskipun memiliki kemampuan atau kecakapan.
4)
Pengangguran teknologi
Pengangguran
teknologi adalah seseorang yang berhenti bekerja karena adanya pergantian
tenaga kerja mesin dengan manusia.
b.
Jenis pengangguran berdasarkan cirinya.
1)
Pengangguran terbuka
Pengangguran
terbuka adalah pengangguran yang tercipta sebagai akibat pertambahan
lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja.
2)
Pengangguran tersembunyi
Pengangguran
tersembunyi adalah pengangguran yang tercipta karena kelebihan tenaga kerja
dalam suatu bagian dalam perusahaan, akibatnya banyak tenaga kerja yang
menganggur meskipun memiliki pekerjaan. Contohnya, pelayan restaurant yang
lebih banyak dari yang diperlukan.
3)
Pengangguran musiman
Pengangguran
musiman adalah pengangguran yang terjadi karena adanya pengaruh dari musim
terutama pada sector pertanian dan perikanan.
4)
Pengangguran setengah menganggur
Pengangguran
setengah menganggur adalah pengangguran yang tercipta akibat jam kerja yang
jauh lebih rendah dari jam kerja normal.
9. Strategi mengatasi pengangguran
Ada
beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah pengangguran:
a.
Pemerintah hendaknya menjalin kerjasama dengan swasta untuk mencari jalan
keluar yang lebih baik. Hal ini dikarenakan swasta mempunyai dana untuk
menggerakkan investasi. Investasi akan terjadi apabila investor memiliki
kepastian “keamanan” atas dana yang diinvestasikan tersebut, sehingga
pemerintah harus mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk
berusaha.
b.
Pembenahan sector pendidikan. Ketidak sesuaian antara dunia pendidikan dengan
dunia kerja berakibat kurang terserapnya angkatan kerja yang terdidik di pasar
kerja. Angkatan kerja memerlukan tambahan ketrampilan untuk dapat lebih cepat
terserap di pasar kerja. Bentuk tambahan ketrampilan itu berupa keahlian yang
dibutuhkan di dunia kerja, seperti keahlian computer, bahasa asing,
perbengkelan, dll.
c.
Pendorongan motivasi masyarakat untuk berwiraswasta pada berbagai bidang yang
memiliki prospek perkembangan. Sudah saatnya mengubah stigma yang ada di
masyarakat bahwa setelah mendapat pendidikan formal, maka ukuran
keberhasilannya adalah mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan atau pegawai.
d.
Mengurangi pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi karena tingginya
pertumbuhan penduduk akan mengakibatkan burden of dependency ratio yang tinggi
pula.
C.
Hubungan inflasi dan pengangguran
Ada
suatu hubungan terbalik antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran dalam
suatu perekonomian. Semakin banyak pengusaha memperluas kesempatan kerja
semakin dia harus membayar dengan faktor tertentu produksi dan pembayaran lebih
banyak faktor produksi peningkatan biaya produksi unit akan diamati dan dalam
rangka mempertahankan profitabilitas produk pengusaha akan mengembang harga
produk tersebut. Sebuah proses serupa akan diamati di seluruh perekonomian
ketika pemerintah bermaksud untuk menciptakan pekerjaan. Harga produk atau
jasa, di mana tenaga kerja terinstal, akan meningkat sehingga kenaikan tingkat
inflasi akan terlihat melalui ekonomi luar.
Dapat
disimpulkan dari penjelasan tersebut di atas bahwa ketika pemerintah berniat
untuk menurunkan tingkat pengangguran yang harus menanggung kenaikan tingkat
inflasi dalam perekonomian nasionalyang berbeda antara inflasi dan pengangguran
jumlah orang yang menganggur adalah jumlah orang di negara yang tidak memiliki
pekerjaan dan yang tersedia untuk bekerja pada tingkat upah pasar saat ini. Ini
dengan mudah dapat diubah menjadi persentase dengan mengaitkan jumlah
pengangguran,dengan jumlah orang dalam angkatan kerja.
10.
Konsep Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi (Economic Growth)
adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang
dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran
masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai
masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan kemampuan memproduksi
barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor produksi pada umumnya
tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama
besarnya.
Pertambahan potensi memproduksi sering kali
lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Dengan demikian
perkembangan ekonomi adalah lebih lambat dari potensinya. ( Sadono
Sukirno;10).
Prof. Simon Kuznets mendefinisikan
pertumbuhan ekonomi itu adalah kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu
negara untuk menyediakan semakin banyak barang barang ekonomi kepada
penduduknya. Kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemajuan teknologi, penyesuaian
kelembagaan, dan ideologi yang diperlukannya
Definisi ini memiliki tiga komponen :
1. Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat
dari meningkatnya secara terus-menerus persediaan barang.
2. Teknologi maju merupakan faktor dalam
pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat kemampuan dalam penyediaan aneka
macam barang kepada penduduk; dan kepada penduduk
3. Penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan penyesuaan di bidang
kelembagaan dan ideologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan
dapat dimanfaatkan secara tepat dimanfaatkan.
4. Teori pertumbuhan ekonomi sebagai
penjelasan mengenai faktor mengenai faktor – faktor apa yang menentukan
kenaikan ouput per kapita dalam jangka panjang, dan mengenai bagaimana faktor
mengenai bagaimana faktor – faktor tersebut berinteraksi faktor satu sama lain
sehingga terjadi proses pertumbuhan.
Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa
pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu
negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu.
11. Perbedaan dan Persamaan Pertumbuhan Ekonomi dan
Pembangunan Ekonomi
Pertumbuhan
ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu
perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
Sedangkan pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikkan pendapatan total
dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan
disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan
pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pembangunan
ekonomi tidak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan ekonomi
mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya pertumbuhan ekonomi memperlancar
proses pembangunan ekonomi.
Perbedaan
pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi yaitu :
Pertumbuhan
ekonomi :
1.
Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang
2.
Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan
3.
Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
4.
Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat
5.
Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi
Pembangunan
ekonomi:
1.
Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha
meningkatkan produk per kapita
2.
Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan
hasil-hasilnya
3.
Memperhatikan pertambahan penduduk
4.
Memperhatikan pertambahan penduduk
5.
Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi
Pertumbuhan
ekonomi dan pembangunan ekonomi memiliki persamaan yaitu :
1.
Kedua-duanya merupakan kecenderungan di bidang ekonomi
2.
Pokok permasalahan akhir adalah besarnya pendapatan per kapita
3.
Kedua-duanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan memerlukan dukungan rakyat
4.Kedua-duanya
berdampak pada kesejahteraan rakyat
Indikator
yang digunakan untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi yaitu :
1.
Produk Domestik Bruto (PDB),yaitu nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang
diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut dan
negara asing.
2.
Produk Nasional Bruto (PNB), yaitu nilai barang dan jasa yang dihitung hanyalah
barang dan jasa yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi yang dimiliki
oleh warga negara dari negara yang pendapatan nasionalnya dihitung.
12 . Faktor-Faktor
Pertumbuhan Ekonomi
Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
1.
Faktor Sumber Daya Manusia
Sama
halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh
SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan,
cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya
manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk
melaksanakan proses pembangunan.
2.
Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian
besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan
proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin
keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun
sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber
daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang,
kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
3.
Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan
proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan
manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi,
kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan
dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
4.
Faktor Budaya
Faktor
budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang
dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses
pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat
mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur,
ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan
diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
5.
Sumber Daya Modal
Sumber
daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas
IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi
perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga
dapat meningkatkan produktivitas. (http://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi
)
Faktor-faktor
yang menghambat pertumbuhan ekonomi diantaranya adalah :
1.
Korupsi
Korupsi akan mempersulit pembangunan karena akan membuat kekacauan dan
ketidakefisienan
dalam pembelanjaan.
2.
Laju inflasi
Inflasi
akan berdampak pada menurunnya indeks kepercayaan konsumen karena masyarakat
cenderung mengurangi belanja karena berhati-hati terhadap resiko kenaikkan
harga tinggi.
3.
Tingkat suku bunga
Tingkat suku bungan akan mempengaruhi investasi.
4. Kenaikkan
harga bahan bakar minyak
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mempengaruhi pertumbuhan ekonomi
nasional karena dampak kebijakan tersebut menimbulkan "multiplayer
effect" menyeluruh terhadap perekonomian.
5.
Situasi keamanan yang tidak kondusif
Ada beberapa pandangan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang kokoh dibutuhkan
stabilitas politik dan keamanan. Investor yang pada saat ini dianggap sebagai
salah satu yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak akan mau
menanamkan modalnya (investasi jangka pendek maupun jangka panjang) jika
keamanan tidak stabil.
13 . Teori-Teori
Pertumbuhan Ekonomi
1.
Teori Pertumbuhan Klasik
Menurut
pandangan ahli-ahli ekonomi Klasik ada empat faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi, yaitu jumlah penduduk, jumlah stock barang-barang modal,
luas tanah, dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan. Walaupun
menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi tergantung kepada banyak faktor, ahli-ahli
ekonomi Klasik terutama menitikberatkan perhatiannya kepada pengaruh
pertambahan penduduk kepada pertumbuhan ekonomi.
Dalam
teori pertumbuhan mereka, dikemukanan suatu teori yang menjelaskan perkaitan
antara pendapatan per kapita penduduk dan jumlah penduduk. Teori tersebut
dinamakan teori penduduk optimum. Apabila terdapat kekurangan penduduk,
produksi marjinal adalah lebih tinggi daripada pendapatan per kapita. Maka
pertambahan penduduk akan menaikkan pendapatan per kapita. Akan tetapi jika
penduduk semakin banyak maka akan berlaku hukum hasil lebih yang semakin
berkurang,yaitu produksi marjinal akan mulai mengalami penurunan.
2.
Teori Schumpeter
Teori
Schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha di dalam mewujudkan
pertumbuhan ekonomi. Dalam teori ini ditunjukkan bahwa para pengusaha merupakan
golongan yang akan terus menerus membuat pembaharuan atau inovasi dalam
kegiatan ekonomi. Inovasi tersebut meliputi : memperkenalkan barang baru,
mempertinggi efisien cara memproduksi dalam menghasilkan sesuatu barang,
memperluas pasar suatu barang ke pasaran yang baru, mengembangkan sumber bahan
mentah yang baru dan mengadakan perubahan dalam organisasi dengan tujuan
mempertinggi efisiensi kegiatan perusahaan. Berbagai kegiatan inovasi ini akan
memerlukan investasi baru
3.
Teori Harrod-Domar
Teori
Harrod-Donar dalam analisisnya bertujuan menerangkan syarat yang harus dipenuhi
supaya suatu perekonomian dapat mencapai pertumbuhan yang teguh atau steady
growth dalam jangka panjang. Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai
secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan
pembentukan modal tersebut.
4.
Teori Pertumbuhan Neo Klasik
Abramovits
dan Solow dalan teori pertumbuhan Neo Klasik mengemukakan bahwa faktor
terpenting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi bukanlah pertambahan modal dan
pertambahan tenaga kerja. Faktor yang paling penting adalah kemajuan teknologi
dan pertambahan kemahiran dan kepakaran tenaga kerja. ( Sadono Sukirno ; 433 ).
Bab III Penutup
Kesimpulan
Inflasi
adalah proses kenaikan harga – harga umum barang – barang secara terus –
menerus. Ini tidak berarti bahwa harga – harga berbagai macam barang itu naik
dengan persentase yang sama. Kenaikan harga ini diukur dengan menggunakan
indeks harga. Beberapa indeks harga yang sering digunakan untuk mengukur
inflasi antara lain: Indeks biaya hidup (consumer price index), Indeks harga
perdagangan besar (wholesale price index), GNP deflator.
Jenis
inflasi menurut sifatnya: Merayap (creeping inflation), Inflasi menengah (
galloping inflation), Inflasi tinggi ( hyper inflation)
Jenis inflasi
menurut sebabnya : Demand – pull inflation , Cost –
push inflation
Inflasi
berdasarkan sumber atau penyebab: Inflasi tarikan permintaan, Inflasi desakan
biaya , Inflasi di impor
Efek
yang ditimbulkan dari Inflasi : Efek terhadap pendapatan(Equity
Effect),Efek terhadap Efisiensi (Efficiency Effects), Efek
terhadap Output ( Output Effects),Inflasi dan perkembangan ekonomi, Inflasi
dan kemakmuran masyarakat
Cara
Mencegah Inflasi: Kebijaksanaan Moneter, Kebijaksanaan Fiskal ,Kebijaksanaan
yang berkaitan dengan Output, Kebijaksanaan penentuan harga dan indexing
Pengangguran
didefinisikan sebagai ketidak mampuan angkatan kerja (labor force)untuk
memperoleh pekerjaan sesuai yang mereka butuhkan dan mereka inginkan.Penyebab
pengangguran: Pertumbuhan penduduk yang tinggi , Rendahnya laju
investasi produktif, Siklus bisnis yang melemah, Rendahnya kualitas
pendidikan masyarakat.,Strategi industry yang labor saving
Bentuk
– bentuk pengangguran: Pengangguran terbuka (open unemployment),Setengah
pengangguran (underemployment), Bekerja secara tidak penuh, Tenaga kerja lemah (impaired), Tenaga kerja tidak produktif
Jenis
pengangguran berdasarkan penyebabnya: Pengangguran normal atau friksiona,
Pengangguran siklikal, Pengangguran structural, Pengangguran
teknologi
Jenis
pengangguran berdasarkan cirinya: Pengangguran terbuka, Pengangguran
tersembunyi, Pengangguran musiman, Pengangguran setengah menganggur
Strategi
mengatasi pengangguran: Pemerintah hendaknya menjalin kerjasama dengan swasta
untuk mencari jalan keluar yang lebih baik,Pembenahan sector pendidikan,
Pendorongan motivasi masyarakat untuk berwiraswasta pada berbagai bidang yang
memiliki prospek perkembangan, Mengurangi pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi
karena tingginya pertumbuhan penduduk akan mengakibatkan burden of dependency
ratio yang tinggi pula
Hubungan
inflasi dan pengangguran: Ada suatu
hubungan terbalik antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran dalam suatu
perekonomian. Semakin banyak pengusaha memperluas kesempatan kerja semakin dia
harus membayar dengan faktor tertentu produksi dan pembayaran lebih banyak
faktor produksi peningkatan biaya produksi unit akan diamati dan dalam rangka
mempertahankan profitabilitas produk pengusaha akan mengembang harga produk
tersebut.
Pertumbuhan dan
pembangunan ekonomi adalah permasalahan setiap negara. Pertumbuhan ekonomi
merupakan suatu faktor yang menentukan pembangunan ekonomi baik dinegara maju
maupun berkembang. Semakin baik pertumbuhan ekonomi suatu negara maka semakin
baik pula pembangunan ekonomi di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi
merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Terdapat banyak faktor
yang mendorong dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Diperlukan usaha untuk dapat
mengoptimalkan pengelolaan sumber-sumber daya di Indonesia untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Nopirin Ph.D, Pengantar
Ilmu Ekonomi Makro Dan Mikro, Edisi Pertama, BPFE-YOGYAKARTA, Yogyakarta,
2000.
Boediono, Ekonomi
Makro, Edisi Ke Empat, BPFE-YOGYAKARTA, Yogyakarta, 2001.
Sadono, Sukirno, Pengantar
Teori MAKROEKONOMI, Edisi Pertama Cetakan ke 14, PTRaja Grafindo Persada,
Jakarta,2002.
Suparmono, SE, MSI, Pengantar
EKONOMIKA MAKRO, Edisi Pertama, Unit Penerbit dan
Percetakan(UPP) AMP YKPN, Yogyakarta, 2002
http://ratnaariani.blogspot.co.id/2015/03/makalah-inflasi-dan-pengangguran.html
http://tugasleoespadamenejemen13unsri.blogspot.co.id/2015/01/makalah-pertumbuhan-ekonomi.html