Jumat, 08 Juni 2018

Pengelolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair

DAFTAR ISI

COVER MAKALAH
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1  Latar Belakang.
2  Rumusan Masalah.
 3  Tujuan.

BAB II PEMBAHASAN
1  Pengertian Sampah Oganik.
2  Pembuatan Pupuk Organik
3  Respon Tanaman Terhadap Pupuk Organik.

BAB III PENUTUPAN
1  Kesimpulan.
2  Saran.
3 Daftar Pustaka.




KATA PENGANTAR

               Puji dan Syukur Saya Naikan Kepada TUHAN Yang Maha Kuasa Karena atas  Berkat dan  Rahmatnya, sehingga saya bisa menyelesaikan  Makalah ini  dengan segala baik. Dan di dalam Makalah ini Memuat tentang “ Pengelolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair”, dan Makalah  ini adalah sebagai bukti Saya Selaku Seorang Mahasiswa untuk memenuhi Tugas yang telah di berikan Dosen “Bahasa Indonesia “ , kepada Saya.
             Saya sebagai   Penulis menyadari bahwa Makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, Saya Penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun demi sempurnaan Makalah ini.  Semoga Makalah  ini dapat berguna bagi Penulis dan Pembaca, Serta Pihak-pihak yang telah membantu Saya dan Siapa saja yang ingin memanfaatkan Laporan ini  sebagai Refisi .
                                                    


Ambon, 20 Mei 2018
           Penulis  Makalah


  Hendry Nahumury





BAB  I PENDAHULUAN

1.                  Latar Belakang

Kepadatan penduduk mengakibatkan semakin meningkat kebutuhan masyarakat, dengan semakin banyak pula sampah yang dihasilkan, dan masalah masih menjadi masalah serius yang belum bisa ditangani dengan tuntas. Sampah yang tidak mendapat penanganan serius mengakibatkan pencemaran baik polusi udara, air, maupun tanah (Sukamto Hadisuwito 2012)1, untuk itu diperluhkan penangan serius dalam mengelolah sampah. Sampah terbagi atas sampah organik dan sampah anorganik.
Sampah anorganik merupahkan sampah yang sukar untuk terurai, yang dapat diolah menjadi berbagai macam barang  (Sukamto Hadisuwito 2012) sedangkan sampah organik merupahkan sampah yang mudah terurai seperti kotora hewan, sisa-sisa makanan, danging, sisa-sisa sayuran yang tidak terpakai lagi atau yang berasaldari sampah rumah tangga yang dapat diolah menjadi pupuk organik cair2.
Pupuk organik cair adalah larutan yang berisi satu atau lebih pembawa unsur yang dibutuhkan tanaman yang mudah larut, kelebihan pupuk cair ini adalah mampu memberihkan unsur hara yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, disamping itu pupuk organik cair juga dinilai ramah lingkungan karena unsur didalamnya sudah terurai dan tidak membawah penyakit bagi manusia apabila mengkomsumsi sayuran yang memakai pupuk organikcair ini. berdasarkan hasil pemikiran inilah maka dimbil judul “Pengelolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair” untuk makalah  ini.


2.                  Rumusan Masalah
Sesuai dengan latarbelakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka rumusan masalah makalah ini adalah bagaimana sampah organik dapat menjadi pupuk agar dapat mengurangi pemakaian pupuk kimia , serta membantu pemerintah dalam mengatasi masalah sampah yang berkepanjangan.


3.                  Tujuan

Adapun tujuan pembuatan pupuk ortganik cair ini :
Ø     Memanfaatkan libah rumah tangga menjadi pupuk cair organik untuk mengembangkan sistem pertanian organik.

BAB  II PEMBAHASAN

1.                  Pengertian Sampah Organik.

Menurut Ecolink (1996) Sampah adalah suatu baha yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sedangkan menurut Institut Pertanian bogor (2011) Pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara bagi tanaman. Dalam kehidupannya, tanaman memerluhkan Nutrisi agar dapat tumbuh dan berproduksi secara Normal3.
Sampah anorganik merupahkan sampah yang sukar untuk terurai, yang dapat diolah menjadi berbagai macam barang  (Sukamto Hadisuwito 2012) sedangkan sampah organik merupahkan sampah yang mudah terurai seperti kotora hewan, sisa-sisa makanan, danging, sisa-sisa sayuran yang tidak terpakai lagi atau yang berasaldari sampah rumah tangga yang dapat diolah menjadi pupuk organik cair4.
Pupuk dapat di bedakanberdasarkan bahan asal, Senyawa, Fasa, cara pengunaan, reaksi fisiologi, jumlah dan macam hara yang dikandungnya5.

Berdasarkan asalnya dibedakan menjadi pupuk alam dan pupuk buatan. Pupuk alam ialah pupuk yang terdapat di alam atau di buat dengan bahan alam tanpa proses yang berarti. Misalnya : Pupuk kompos, pupuk hijau, pupuk organik bukan hanya berbentuk padat berbentuk cair seprti Pupuk organik. Pupuk cair sepertinya lebih mudah dimanfaatkan oleh tanaman karena unsur-unsur di dalamnya sudah terurai dan tidak dalam jumlah banyak sehingga manfaatnya lebih cepat terasa. Bahan baku pupuk cair dapat berasal dari pupuk padat dengan perlakuan perendaman. Setelah beberapa Minggu dan melalui beberapa perlakuan, Air rendaman sudah dapat di gunakan sebagai pupuk cair. Di masa depan, selain begizi, unsur sehat dan ramah lingkungan. Menurut Litbang (2002), Metode pertanian organik menjamin produk yang dihasilkan aman dikonsumsi, kandungan Nutrisinya tinggi, dan ramah Lingungan.

Pupuk buatan ialah pupuk yang di buat oleh Pabrik. Misalnya TSP, urea, Pupuk ini dibuat oleh pabrik dengan mengubah sumber daya alam melalui Proses Fisika dan /atau kimia6.



2.                  Pembuatan Pupuk Organik.

Cara pembuata Pupuk Organik terdiri atas

Ø  Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan Pupuk Organik adalah sebagai berikut :
ü     Alat

1.    Ember
2.    Pisau
3.    Telenan
4.    Komposter


ü    Bahan

1.    Air 1 Liter
2.    Cairan EM-4 , 7 Penutup botol
3.    Gula 11/2 kg
4.    Air beras 6 liter
5.    Sisa-sisa danging Ikan/ikan busuk (2 ekor ikan busuk)
6.    Tomat busuk 17 buah
7.    Pisang busuk 5 buah
8.    Sisa-sisa Sayuran yang tidak terpakai lagi (ditambah daun Lamtro) 6 kg

Ø  Prosedur Pembuatan
Setelah Alat dan Bahan telah disediakan maka dilakukan proses Pembuatannya.
ü    Semua Bahan yang berukuran besar di potong kurang lebih 5cm seperti daun sawi atau batang sayuran yang ukurannya besar agar pembusukannya sempurnah disamping itu volume sampah yang tertampung banyak yang ditaruh dalam ember atau wadah yang telah disediakan.

ü    Campurkan air 1 liter dan air beras 6 liter dengan cairan EM-4, 7 penutup botol dan gula 11/2 kg setelah itu dikocok sampai merata hingga Gula menjadi halus.

ü    Kemudian dicampurkan kedalam wadah yang telah disediakan, tempat untuk menaruh hasil campuran semua bahan di sebut dengan Komposter ditutup rapat.

ü    Pupuk cair tersebut diberihkan tambahan Air beras untuk mempercepat kematangan waktu yang di perluhkan hingga pupuk tersebut jadi kurang lebih satu Minggu dua hari baru dapat di panen.


Ø  Cara Aplikasi Pupuk Cair
Pupuk Cair yang baru dipanen tidak langsung digunakan, akan tetapi ditambahkan lagi larutan EM-4 sebanyak 10ml dalam 1 liter Pupuk Cair yang telah jadi kemudian didiamkan selam 2 hari agar Mikroorganisme dapat berkembang dengan cepat, setelah itu baru bisa di berihkan kepada tanaman.
1.      Campurkan 1 botol Pupuk cair ke dalam 5 botol air (1:5), ukuran botol air disamakan dengan ukuran botol penampung pupuk cair.
2.      Kemudian larutan tersebut disiramkan pada tanaman.


3.                  Respon Tanaman terhadap Pupuk Organik cair.
Setelah di lakukannya Pengaplikasian Pupuk terhadap Tanaman, di sini saya Mengablikasikan kepada tanaman Kangkung dengan cara disempprotkan ke tanaman, sehingga Tanaman mudah menyerap Pupuk tersebut. Warnah dari Pupuk tersebut disesuaikan dengan bahan yang di pergunakan.
Aplikasi Pupuk Organik dilakukan pada tanaman Kangkung pada bedengan percontohan yang dilakukan dengan sekalih tanpa ulangan dan hasil pengamatan, Pengamatan disajikan pada tabel-tabel berikut :

Tabel 1. Respon Tinggih Tanaman dan Jumlah daun Akibat Perlakuan Tanpa Pupuk
Tanggal  Pengukuran
Tinggih Tanaman
 ( cm )
Jumlah Daun
02
Penanaman
Penanaman
15
5.2
4
21
9.5
7
31
12.2
9
Data hasil Pengamatan DiLapangan



Dari hasil pengamatan di atas maka terlihat bahwah tanaman tanpa Penggunaan Pupuk Memiliki Pertumbuhan yang kurang baik bila di bandingkan dengan tanaman yang menggunakan Pupuk Cair, karena tidak cukup tersedia Nutrisi tanaman atau makana bagi tanaman sehingga pertumbuhan Tanaman menjadi kurang bagus, apabila Tanaman Kangkung yang membutuhkan unsur Hara yang cukup dan tersedia untuk menunjang pertumbuhannya, bahkan tanaman akan terlihat kurus, Pertumbuhan daun agak terhambat pertumbuhan.


Tabel 2. Respon Tinggih Tanaman dan jumlah daun Akibat Perlakuan Pupuk
Tanggal  Pengukuran
Tinggih Tanaman (cm)
Jumlah Daun
2
Penanaman
Penanaman
15
5.2
4
21
13.8
9
31
15.6
13
Data hasil Pengamatan DiLapangan




Dilihat dari percobaan Pertanian Organik Sederhana dengan menggunakan Pupuk cair limbah rumah tangga ini menunjukan Respon tanaman sangat baik pada pertumbuhan dan jumlah daun, karena bukan saja satu unsur Hara yang terdapat di dalamnya seperti Pupuk Anorganik tetapi beberapa unsur hara yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman tersebut, selain itu dengan adanya terapan pertanian Organik dengan menggunakan Pupuk cair, tanaman bisa langsung pergunakan dan mudah terserap oleh tanaman, serta tidak merusak tanah, dan tidak menimbulkan polusi atau keracunan bagi kita. Pupuk organik cair dari limbah organik ini memiliki berbagai macam unsur yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga pertumbuhan tanaman juga terlihat sangat baik, dan Pupuk cair ini dapat memperkaya Mikroorganisme yang hidup dan pemacu tumbuh. Berdasarkan hal ini maka lebih baik menggunakan Pupuk Anorganik. Yang menggandung unsur kimia yang berbahaya bagi tubuh Manusia , tanah dan Lingkungan Masyarakat sekitar.

BAB  III PENUTUPAN
1.                  Kesimpulan
-          Sampah Rumah tangga merupahkan sampah yang dapat diolah menjadi pupuk cair organik dan mengandung berbagai macam unsur hara.
-          Denggan adanya pembuatan Pupuk organik cair ini maka dapat mengurangi sampah rumah tangga ( sisa makanan, sayuran, buahan) maupun sampah pasar (organik).
-          Pembuatan pupuk cair ini merupahkan salah satu alternatif baru yang dapat digunakan oleh petani dan mudah dalam pembuatannya dan dapat mengurangi pengunaan pupuk Kimia.
-          Pupuk organik cair ini mengandung beberapa unsur Hara yang dibutuhkan oleh tanaman dan dapat langsung digunakan oleh tanaman dan juga tida menimbulkan Residu kimia bagi tanaman dan aman untuk digunakan.
-          Dengan mengunakan pupuk organik cair pada tanaman Kangkung dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman serta jumlah daun pada tanaman Kangkung.

2.                  Saran
-          BagiTeman-teman  untuk lebih Kritis dalam melihat masalah Lingkungan Salah satunya adalah Sampah.
-          Bagi Ibu Rumah Tangga agar Sampah-sampah jangan di buang tapi diolah untuk menjadi Pupuk orgaik cair yang dapat digunakan dalam pengembangan sistem pertanian organik.
-          Bagi petani untuk dapat lebih banyak menggunakan pupuk organik Supaya Mengurangi Tingkat pemakaian Pupuk Kimia.


3.                  Daftar pustaka
1.      Sukamto Hadisuwinto Membuat Pupuk Organik Cair, PT Agromedia pustaka,Jakarta,2012;hlm 17
2.      Sukamto Hadisuwinto Membuat Pupuk Organik Cair, PT Agromedia pustaka,Jakarta,2012;hlm 18
3.      Sumeru Ashri.Hortikultura Aspek Budidaya.Universitas Indonesia.Jakarta.2006;hlm 90
4.      Sukamto Hadisuwinto Membuat Pupuk Organik Cair, PT Agromedia pustaka,Jakarta,2012;hlm18
5.      Diunduh dari www.google.com, pada tanggal25juli2013,04.00WIT
6.      L.Murbandono HS. Membuat kompas.Penerbit penebar Swadaya.Jakarta2009;hlm20

7.      Karyatulisilmiah Remaja Bethel2(filadelfia),thn2013

Rabu, 18 April 2018

Inflasi dan Penganguran

KATA PENGANTAR

               Puji dan Syukur Saya Naikan Kepada TUHAN Yang Maha Kuasa Karena atas  Berkat dan  Rahmatnya, sehingga saya bisa menyelesaikan  Makalah ini  dengan segala baik. Dan di dalam Makalah ini Memuat tentang “  Inflasi , Penganguran dan Pertumbuhan Ekonomi ” . dan Makalah  ini adalah sebagai bukti Saya Selaku Seorang Mahasiswa untuk memenuhi Tugas yang telah di berikan Dosen “ Pengantar Ekonomi Makro “ kepada Saya.
             Saya sebagai   Penulis menyadari bahwa Makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, Saya Penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun demi sempurnaan Makalah ini.  Semoga Makalh  ini dapat berguna bagi Penulis dan Pembaca, Serta Pihak-pihak yang telah membantu Saya dan Siapa saja yang ingin memanfaatkan Laporan ini  sebagai Refisi .
                                                    


Ambon 7 April   2018
Penulis  Makalah


Hendriyeta Nahumury



Daftar Isi
   Kaper                                                              .............................................
   Kata Pengantar                                               .............................................
   
  Bab I Pendahuluan                .............................................
   A.    Latar Belakang                                    .............................................
   B.     Rumusan Masalah                               .............................................
   C.     Tujuan                                                 .............................................
  
  Bab II Pembahasan               .............................................
1.         Apa pengertian inflasi.
2.         Sebutkan jenis –jenis inflasi.
3.         Sebutkan efek yang ditimbulkan dari inflasi.
4.         Bagaimana cara mencegah adanya inflasi.
5.         Apa pengertian pengangguran.
6.         Sebutkan jenis – jenis pengangguran.
7.         Sebutkan  penyebab pengangguran.
8.         Bagaimana strategi mengatasi pengangguran.
9.         Apakah pengertian pertumbuhan ekonomi.
10.     Perbedaan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi
11.     Teori tentang pertumbuhan ekonomi.
12.     Faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi.
13.     Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi .

   Bab III Penutup                     .............................................
Kesimpulan                                                .............................................
Saran                                                          .............................................
Daftar Pustaka                                           .............................................







Bab I Pendahuluan

A.              Latar Belakang

Inflasi dan pengangguran adalah dua masalah ekonomi utama yang dihadapi setiap negara. Kedua masalah ekonomi itu dapat mewujudkan beberapa pengaruh buruk yang bersifat ekonomi, politik, dan sosial. Untuk menghindari berbagai pengaruh buruk yang mungkin timbul, berbagai kebijakan ekonomi perlu dijalankan.
Pengangguran merupajkan masalah ketenaga kerjaan yang dialami oleh banyak Negara. Begitu seriusnya masalah ini sehingga dalam setiap rencana-rencana pembangunan ekonomi masyarakat selalu dikatakan dengan tujuan untuk menurunkan angka pengangguran. Namun kebiksanaan pemecahan sudah barang tentu harus dialamatkan kepada apa yang menjadi penyebabnya. Oleh karena itu setiap analisis masalah-masalah ini selalu berminat untuk mengetahui profil permasalahanya.
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Pertumbuhan ekonomi sering disama artikan dengan pembangunan ekonomi, tetapi pada dasar nya dua hal itu berbeda pengertiannya. Dengan ada nya pertumbuhan ekonomi maka akan ada pembangunan ekonomi dimana dengan pertumbuhan ekonomi itu sendiri akan memuncul kan pembangunan pembangunan ekonomi. Banyak faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi Indonesia,baik faktor pendorong maupun faktor penghambat.

B.               Rumusan Masalah
1.         Apa pengertian inflasi.
2.         Sebutkan jenis –jenis inflasi.
3.         Sebutkan efek yang ditimbulkan dari inflasi.
4.         Bagaimana cara mencegah adanya inflasi.
5.         Apa pengertian pengangguran.
6.         Sebutkan jenis – jenis pengangguran.
7.         Sebutkan  penyebab pengangguran.
8.         Bagaimana strategi mengatasi pengangguran.
9.         Apakah pengertian pertumbuhan ekonomi.
10.     Perbedaan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi
11.     Teori tentang pertumbuhan ekonomi.
12.     Faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi.
13.     Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi.

  C.   Tujuan
   Kita Sebagai Penulis dan Pembaca Dapat Mengetahui definisi pertumbuhan ekonomi , Dapat membedakan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi , Mengetahui teori-teori tentang pertumbuhan ekonomi ,  Mengetahui faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi ,  Mengetahui perkembangan pertumbuhan Indonesia terkini.
   Serta Dalam Inflasi dan Pengangguran juga bertujuan untuk menerangkan tentang bentuk – bentuk masalah pengangguran dan inflasi yang dihadapi suatu perekonomian dan bentuk kebijakan pemerintah yang dapat dijalankan untuk mengatasi masalah tersebut.
Bab II Pembahasan
1.                  Pengertian inflasi

Inflasi adalah proses kenaikan harga – harga umum barang – barang secara terus – menerus. Ini tidak berarti bahwa harga – harga berbagai macam barang itu naik dengan persentase yang sama. Mungkin dapat terjadi kenaikan tersebut tidaklah bersamaan. Yang penting terdapat kenaikan harga umum barang secara terus – menerus selama satu periode tertentu.
  Kenaikan harga ini diukur dengan menggunakan indeks harga. Beberapa indeks harga yang sering digunakan untuk mengukur inflasi antara lain:

a.    Indeks biaya hidup (consumer price index)
Indeks biaya hidup mengukur biaya atau pengeluaran untuk membeli sejumlah barang dan jasa yang dibeli oleh rumah tangga untuk keperluan hidup. Angka penimbang biasanya didasarkan atas besarnya persentase pengeluaran untuk barang tertentu terhadap pengeluaran keseluruhan. Laju inflasi dapat dihitung dengan cara menghitung persentase kenaikan atau penurunan indeks harga dari tahun ke tahun.

b.    Indeks harga perdagangan besar (wholesale price index)
Indeks perdagangan besar menitikberatkan pada sejumlah barang pada tingkat perdagangan besar. Ini berarti harga bahan mentah, bahan baku atau setengah jadi masuk dalam perhitungan indeks harga.

c.    GNP deflator
GNP deflator diperoleh dengan membagi GNP nominal (atas dasar harga berlaku) dengan GNP riil (atas dasar harga konstan).
GNP deflator =  GNP Nominal   x 100         GNP Riil


Jenis – jenis inflasi

a.    Jenis inflasi menurut sifatnya)
 Merayap (creeping inflation)
Biasanya creeping inflation ditandai dengan laju inflasi yang rendah (kurang dari 10% per tahun).

2)      Inflasi menengah ( galloping inflation)
Inflasi menengah (galloping inflation) ini ditandai dengan kenaikan harga yang cukup besar (biasanya double digit atau bahkan triple digit) dan kadangkala berjalan dalam waktu yang relative pendek serta mempunyai siat akselerasi.

3)     Inflasi tinggi ( hyper inflation)
Inflasi tinggi merupakan inflasi yang paling parah akibatnya. Harga – harga naik sampai 5 atau 6 kali. Masyarakat tidak lagi berkeinginan untuk menyimpan uang. Nilai uang merosot dengan tajam sehingga ingin ditukarkan dengan barang. Perputaran uang makin cepat, harga naik secara akselerasi. Biasanya keadaan ini timbul apabila pemerintah mengalami defisit anggaran belanja.


b.    Jenis inflasi menurut sebabnya
1)   Demand – pull inflation
Inflasi ini timbul karena permintaan masyarakat akan berbagai barang terlalu kuat. Inflasi ini bermula dari adanya kenaikan permintaan total barang bertambah (aggregate demand) sedangkan ongkos produksi naik.  

2)   Cost – push inflation
Cost push inflation biasanya ditandai dengan kenaikan harga serta turunnya produksi. Keadaan ini timbul biasanya dimulai dengan adanya penurunan dalam penawaran total (aggregate supply) sebagai akibat kenaikan biaya produksi.

c.    Inflasi berdasarkan sumber atau penyebab

1.    Inflasi tarikan permintaan
Inflasi ini terjadi apabila sektor perusahaan tidak mampu dengan cepat melayani permintaan masyarakat yang wujud dalam pemasaran. Masalah kekurangan barang akan berlaku dan ini akan mendorong kepada kenaikan harga – harga. Inflasi ini biasanya berlaku pada ketika perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan ekonomi berjalan dengan pesat.

2.    Inflasi desakan biaya
Inflasi desakan biaya adalah masalah kenaikan harga – harga dalam perekonomian yang disebabkan oleh kenaikan biaya produksi sebagai akibat kenaikan harga bahan mentah atau kenaikan upah.  Pertambahan biaya produksi akan mendorong perusahaan – perusahaan menaikkan harga, walaupun mereka harus mengambil resiko akan menghadapi pengurangan dalam permintaan barang – barang yang diproduksinya.

3.    Inflasi di impor
Inflasi di impor ini terjadi karena kenaikan harga – harga yang disebabkan oleh kenaikan harga barang impor yang digunakan sebagai bahan mentah produksi dalam negeri.


2.    Efek yang ditimbulkan dari Inflasi
Inflasi dapat mempengaruhi distribusi pendapatan, alokasi faktor produksi serta produk nasional.
a.    Efek terhadap pendapatan(Equity Effect)
Efek terhadap pendapatan sifatnya tidak merata, ada yang dirugikan dan ada pula yang diuntungkan dengan adanya inflasi. Seseorang yang memperoleh pendapatan tetap akan dirugikan oleh adanya inflasi. Sebaliknya, pihak – pihak yang mendapat keuntungan dengan adanya inflasi adalah mereka yang memperoleh kenaikan pendapatan dengan persentase yang lebih besar dari laju inflasi.

b.    Efek terhadap Efisiensi (Efficiency Effects)
Inflasi dapat pula mengubah pola alokasi faktor – faktor produksi. Perubahan ini dapat terjadi melalui kenaikan permintaan akan berbagai macam barang yang kemudian dapat mendorong terjadinya perubahan dalam produksi beberapa barang tertentu sehingga mengakibatkan alokasi faktor produksi menjadi tidak efisien.


c.    Efek terhadap Output ( Output Effects)
Dalam menganalisa kedua efek di atas (equity dan efficiency effects) digunakan suatu anggapan bahwa output tetap. Hal ini dilakukan agar dapat diketahui efek inflasi terhadap distribusi pendapatan dan efisiensi dari jumlah output tertentu tersebut.

d.    Inflasi dan perkembangan ekonomi
Inflasi yang tinggi tingkatnya tidak akan menggalakkan perkembangan ekonomi. Biaya yang terus menerus naik menyebabkan kegiatan produktif sangat tidak menguntungkan. Maka pemilik modal biasanya lebih suka menggunakan uangnya untuk tujuan spekulasi. Antara lain tujuan ini dicapai dengan pembeli harta – harta tetap seperti tanah, rumah dan bangunan.

e.    Inflasi dan kemakmuran masyarakat
Disamping menimbulkan efek buruk atas kegiatan ekonomi negara, inflasi juga dapat menimbulkan efek – efek berikut dari individu kepada masyarakat.
1)    Inflasi akan menurunkan pendapatan riil orang – orang yang berpendapatan tetap.
2)    Inflasi akan mengurangi niali kekayaan yang berbentuk uang.
3)    Memperburuk pembagian kekayaan.


3.  Cara Mencegah Inflasi

a.     Kebijaksanaan Moneter
Sasaran kebijaksanaan moneter di capai melalui pengaturan jumlah uang beredar (M). salah satu komponen jumlah uang adalah uang giral (demand deposit). Uang giral dapat terjadi melalui dua cara, pertama apabila seseorang memasukkan uang kas ke bank dalam bentuk giro, kedua, apabila seseorang memperoleh pinjaman dari bank tidak diterima kas tetapi dalam bentuk giro. Instrument lain yang dapat dipakai untuk mencegah inflasi adalah politik pasar terbuka ( jual/beli surat berharga) dengan cara menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga laju inflasi dapat lebih rendah.

b.    Kebijaksanaan Fiskal
Kebijaksanaan fiskal menyangkut pengaturan tentang pengeluaran pemerintah serta perpajakan yang secara langsung dapat mempengaruhi permintaan total dan dengan demikian akan mempengaruhi harga. Inflasi dapat dicegah melalui penurunan permintaan total, sehingga inflasi dapat ditekan.

c.     Kebijaksanaan yang berkaitan dengan Output
Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi. Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijaksanaan penurunan bea masuk sehingga impor barang cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang di dalam negeri cenderung menurunkan harga.

d.    Kebijaksanaan penentuan harga dan indexing
Ini dilakukan dengan penentuan ceiling harga, serta mendasarkan pada indeks harga tertentu untuk gaji ataupun upah (dengan demikian gaji/upah secara riil tetap). Kalau indeks harga naik, maka gaji/ upah juga dinaikkan.






4.  Cara Mencegah Inflasi
a.     Kebijaksanaan Moneter
Sasaran kebijaksanaan moneter di capai melalui pengaturan jumlah uang beredar (M). salah satu komponen jumlah uang adalah uang giral (demand deposit). Uang giral dapat terjadi melalui dua cara, pertama apabila seseorang memasukkan uang kas ke bank dalam bentuk giro, kedua, apabila seseorang memperoleh pinjaman dari bank tidak diterima kas tetapi dalam bentuk giro. Instrument lain yang dapat dipakai untuk mencegah inflasi adalah politik pasar terbuka ( jual/beli surat berharga) dengan cara menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga laju inflasi dapat lebih rendah.

b.    Kebijaksanaan Fiskal
Kebijaksanaan fiskal menyangkut pengaturan tentang pengeluaran pemerintah serta perpajakan yang secara langsung dapat mempengaruhi permintaan total dan dengan demikian akan mempengaruhi harga. Inflasi dapat dicegah melalui penurunan permintaan total, sehingga inflasi dapat ditekan.

c.     Kebijaksanaan yang berkaitan dengan Output
Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi. Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijaksanaan penurunan bea masuk sehingga impor barang cenderung meningkat. Bertambahnya jumlah barang di dalam negeri cenderung menurunkan harga.

d.    Kebijaksanaan penentuan harga dan indexing
Ini dilakukan dengan penentuan ceiling harga, serta mendasarkan pada indeks harga tertentu untuk gaji ataupun upah (dengan demikian gaji/upah secara riil tetap). Kalau indeks harga naik, maka gaji/ upah juga dinaikkan


5. Pengertian pengangguran
Pengangguran didefinisikan sebagai ketidak mampuan angkatan kerja (labor force)untuk memperoleh pekerjaan sesuai yang mereka butuhkan dan mereka inginkan. Dengan kata lain, pengangguran merujuk pada situasi atau keadaan dimana seseorang menghadapi ketiadaan kesempatan kerja. Orang yang sudah memiliki pekerjaan dan menjalankan pekerjaannya juga dapat digolongkan sebagai pengangguran karena konsep pengangguran dapat dilihat dari tiga dimensi, yaitu:
a.     Waktu
b.    Intensitas pekerjaan
c.     Produktivitas
d.
Orang yang sudah bekerja dapat digolongkan sebagai setengah pengangguran apabila pekerjaan yang dilakukan oleh orang tersebut tidak sesuai dengan ketrampilan dan keahlian yang dimilikinya. Secara lebih rinci, setengah pengangguran dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

a.    Setengah pengangguran kentara (visible under-employment) kriteria setengah pengangguran kentara yaitu:
1)   Bekerja kurang dari jam kerja normal.
2)   Melakukan pekerjaan secara terpaksa.
3)   Sudah bekerja tapi masih mencari pekerjaan lain atau masih bersedia menerima pekerjaan tambahan.

b.    Setengah pengangguran tak kentara (invisible under-employment) dapat tercermin dari adanya ketidaktepatan dalam penempatan sumber daya manusia, atau adanya ketidak seimbangan antara tenaga kerja dengan faktor produksi. Hal ini ditandai dengan rendahnya tingkat pendapatan, ketrampilan yang kurang dimanfaatkan, dan rendahnya tingkat produktifitas.
Setengah pengangguran, baik yang kentara maupun yang tidak kentara dapat dihitung dengan cara membagi jumlah penduduk yang setengah menganggur pada tahun t dengan jumlah angkatan kerja pada tahun yang bersangkutan.
Setengah penganggur        =          setengah penganggur tahun t    Angkatan kerja tahun t

6.   Penyebab pengangguran
a.    Pertumbuhan penduduk yang tinggi
Ketidakseimbangan antara pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi dengan kemampuan perekonomian menyediakan lapangan pekerjaan akan menyebabkan terjadinya pengangguran.

b.   Rendahnya laju investasi produktif
Rendahnya investasi di Negara berkembang merupakan salah satu penyebab rendahnya kesempatan kerja yang tersedia bagi masyarakat. Meskipun sumber daya alam yang dimiliki melimpah, tetapi kapasitas produksi dan sumber daya yang ada belum digunakan secara penuh (underemployment).

c.    Siklus bisnis yang melemah
Siklus bisnis secara actual di ukur dari GNP riil yang merupakan nilai pasar dari barang dan jasa yang dihasilkan selama satu tahun. Pada saat puncak kegiatan bisnis, kebutuhan akan tenaga kerja sangat besar sehingga pada kondisi ini jumlah pengangguran relative rendah atau sebaliknya.

d.   Rendahnya kualitas pendidikan masyarakat.
Pengangguran dapat terjadi karena masyarakat tidak mampu memanfaatkan kesempatan kerja yang tersedia. Ketidakmampuan dalam memanfaatkan kesempatan kerja tersebut, salah satunya disebabkan oleh ketidaksesuaian keahlian yang dibutuhkan dengan keahlian tenaga kerja yang dimiliki.

e.    Strategi industry yang labor saving
Kemajuan teknologi yang terjadi di satu sisi mengakibatkan jumlah output yang mampu dihasilkan dan meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, kemajuan teknologi kadang juga diikuti dengan penghematan penggunaan tenaga kerja (labor saving) pada suatu proses produksi dan menggunakan modal secara intensif yang pada akhirnya akan menimbulkan pengangguran.


7.   Bentuk – bentuk pengangguran
Pengangguran dibagi menjadi beberapa bentuk, diantaranya:
a.       Pengangguran terbuka (open unemployment)adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai pekerjaan.
Pengangguran terbuka dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1)      Pengangguran sukarela
Pengangguran sukarela merupakan kelompok angkatan kerja yang memilih tidak bekerja karena tidak bersedia digaji pada jumlah tertentu maupun mengharapkan pekerjaan yang lebih baik.
2)      Pengangguran terpaksa
Pengangguran terpaksa merupakan kelompok angkatan kerja yang bersedia bekerja tetapi belum mendapatkan pekerjaan.
Besarnya tingkat penganggur terbuka, dihitung dengan cara membagi jumlah pengangguran terbuka dengan jumlah angkatan kerja pada tahun yang bersangkutan. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
Penganggur terbuka          =          penganggur terbuka    Angkatan kerja
b.      Setengah pengangguran  (underemployment)
Tenaga kerja yang termasuk setengah menganggur adalah kelompok tenaga kerja yang lamanya bekerja (dalam satuan hari, jam, ataupun minggu) kurang dari yang seharusnya mereka kerjakan.
c.       Bekerja secara tidak penuh yaitu mereka yang tidak digolongkan sebagai pengangguran terbuka dan setengah pengangguran.
Yang termasuk disini adalah :
1)      Pengangguran tak kentara (disguised unemployment)
2)      Pengangguran tersembunyi (hidden unemployment)
Penyebab pengangguran tersembunyi adalah orang yang bekerja tidak sesuai dengan jenis dan tingkat pendidikannya sehingga orang tersebut tidak dapat bekerja secara maksimal.
3)      Pension awal
Pension awal memiliki tujuan tertentu, misalnya untuk memberi kesempatan tenaga kerja baru yang memiliki pemikiran yang lebih aplikatif maupun mengurangi tenaga kerja tua yang produktifitasnya mulai menurun.
d.      Tenaga kerja lemah (impaired)
Kelompok ini sebenarnya memiliki pekerjaan dan bekerja secara penuh, tetapi intensitasnya rendah.
e.       Tenaga kerja tidak produktif
Kelompok angkatan kerja ini sebenarnya sudah memiliki pekerjaan dan mampu bekerja secara produktif, tapi karena kurangnya fasilitas yang dimiliki perusahaan mengakibatkan mereka menghasilkan pekerjaan yang tidak memuaskan.


8.   Jenis – jenis pengangguran
a.    Jenis pengangguran berdasarkan penyebabnya.
1)   Pengangguran normal atau friksional
Pengangguran normal atau friksional adalah seseorang yang berhenti bekerja karena kurang menyukai pekerjaannya atau tidak sepaham dengan atasannya.
2)   Pengangguran siklikal
Pengangguran siklikal adalah seseorang yang diberhentikan karena perusahaan mengurangi pekerja akibat penurunan permintaan
3)   Pengangguran structural
Pengangguran structural adalah seseorang yang berhenti bekerja karena perusahaannya ditutup, meskipun memiliki kemampuan atau kecakapan.

4)   Pengangguran teknologi
Pengangguran teknologi adalah seseorang yang berhenti bekerja karena adanya pergantian tenaga kerja mesin dengan manusia.
b.   Jenis pengangguran berdasarkan cirinya.
1)   Pengangguran terbuka
Pengangguran terbuka adalah  pengangguran yang tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja.
2)   Pengangguran tersembunyi
Pengangguran tersembunyi adalah pengangguran yang tercipta karena kelebihan tenaga kerja dalam suatu bagian dalam perusahaan, akibatnya banyak tenaga kerja yang menganggur meskipun memiliki pekerjaan. Contohnya, pelayan restaurant yang lebih banyak dari yang diperlukan.
3)   Pengangguran musiman
Pengangguran musiman adalah pengangguran yang terjadi karena adanya pengaruh dari musim terutama pada sector pertanian dan perikanan.
4)   Pengangguran setengah menganggur
Pengangguran setengah menganggur adalah pengangguran yang tercipta akibat jam kerja yang jauh lebih rendah dari jam kerja normal.

9.   Strategi mengatasi pengangguran
Ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah pengangguran:
a.     Pemerintah hendaknya menjalin kerjasama dengan swasta untuk mencari jalan keluar yang lebih baik. Hal ini dikarenakan swasta mempunyai dana untuk menggerakkan investasi. Investasi akan terjadi apabila investor memiliki kepastian “keamanan” atas dana yang diinvestasikan tersebut, sehingga pemerintah harus mampu menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk berusaha.
b.     Pembenahan sector pendidikan. Ketidak sesuaian antara dunia pendidikan dengan dunia kerja berakibat kurang terserapnya angkatan kerja yang terdidik di pasar kerja. Angkatan kerja memerlukan tambahan ketrampilan untuk dapat lebih cepat terserap di pasar kerja. Bentuk tambahan ketrampilan itu berupa keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti keahlian computer, bahasa asing, perbengkelan, dll.
c.     Pendorongan motivasi masyarakat untuk berwiraswasta pada berbagai bidang yang memiliki prospek perkembangan. Sudah saatnya mengubah stigma yang ada di masyarakat bahwa setelah mendapat pendidikan formal, maka ukuran keberhasilannya adalah mendapatkan pekerjaan sebagai karyawan atau pegawai.
d.    Mengurangi pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi karena tingginya pertumbuhan penduduk akan mengakibatkan burden of dependency ratio yang tinggi pula.

C.  Hubungan inflasi dan pengangguran
Ada suatu hubungan terbalik antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran dalam suatu perekonomian. Semakin banyak pengusaha memperluas kesempatan kerja semakin dia harus membayar dengan faktor tertentu produksi dan pembayaran lebih banyak faktor produksi peningkatan biaya produksi unit akan diamati dan dalam rangka mempertahankan profitabilitas produk pengusaha akan mengembang harga produk tersebut. Sebuah proses serupa akan diamati di seluruh perekonomian ketika pemerintah bermaksud untuk menciptakan pekerjaan. Harga produk atau jasa, di mana tenaga kerja terinstal, akan meningkat sehingga kenaikan tingkat inflasi akan terlihat melalui ekonomi luar.
Dapat disimpulkan dari penjelasan tersebut di atas bahwa ketika pemerintah berniat untuk menurunkan tingkat pengangguran yang harus menanggung kenaikan tingkat inflasi dalam perekonomian nasionalyang berbeda antara inflasi dan pengangguran jumlah orang yang menganggur adalah jumlah orang di negara yang tidak memiliki pekerjaan dan yang tersedia untuk bekerja pada tingkat upah pasar saat ini. Ini dengan mudah dapat diubah menjadi persentase dengan mengaitkan jumlah pengangguran,dengan jumlah orang dalam angkatan kerja.
10. Konsep Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi (Economic Growth) adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Perkembangan kemampuan memproduksi barang dan jasa sebagai akibat pertambahan faktor-faktor produksi pada umumnya tidak selalu diikuti oleh pertambahan produksi barang dan jasa yang sama besarnya.
Pertambahan potensi memproduksi sering kali lebih besar dari pertambahan produksi yang sebenarnya. Dengan demikian perkembangan ekonomi adalah lebih lambat dari potensinya. ( Sadono Sukirno;10).
Prof. Simon Kuznets mendefinisikan pertumbuhan ekonomi itu adalah kenaikan jangka panjang dalam kemampuan suatu negara untuk menyediakan semakin banyak barang barang ekonomi kepada penduduknya. Kemampuan ini tumbuh sesuai dengan kemajuan teknologi, penyesuaian kelembagaan, dan ideologi yang diperlukannya
Definisi ini memiliki tiga komponen :
1. Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa terlihat dari meningkatnya secara terus-menerus persediaan barang.
2. Teknologi maju merupakan faktor dalam pertumbuhan ekonomi yang menentukan derajat kemampuan dalam penyediaan aneka macam barang kepada penduduk; dan kepada penduduk
3. Penggunaan teknologi secara luas dan efisien memerlukan penyesuaan di bidang kelembagaan dan ideologi sehingga inovasi yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan dapat dimanfaatkan secara tepat dimanfaatkan.

4. Teori pertumbuhan ekonomi sebagai penjelasan mengenai faktor mengenai faktor – faktor apa yang menentukan kenaikan ouput per kapita dalam jangka panjang, dan mengenai bagaimana faktor mengenai bagaimana faktor – faktor tersebut berinteraksi faktor satu sama lain sehingga terjadi proses pertumbuhan.

Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu.

11. Perbedaan dan Persamaan Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Sedangkan pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikkan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pembangunan ekonomi tidak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi, pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.

Perbedaan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi yaitu :
Pertumbuhan ekonomi :
1. Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang
2. Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan
3. Tidak memperhatikan pertambahan penduduk
4. Belum tentu dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat
5. Pertumbuhan ekonomi belum tentu disertai dengan pembangunan ekonomi

Pembangunan ekonomi:
1.    Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaikan termasuk usaha meningkatkan produk per kapita
2. Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya
3. Memperhatikan pertambahan penduduk
4. Memperhatikan pertambahan penduduk
5. Pembangunan ekonomi selalu dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi memiliki persamaan yaitu :
1. Kedua-duanya merupakan kecenderungan di bidang ekonomi
2. Pokok permasalahan akhir adalah besarnya pendapatan per kapita
3. Kedua-duanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan memerlukan dukungan rakyat
4.Kedua-duanya berdampak pada kesejahteraan rakyat

Indikator yang digunakan untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi yaitu :

1. Produk Domestik Bruto (PDB),yaitu nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut dan negara asing.
2. Produk Nasional Bruto (PNB), yaitu nilai barang dan jasa yang dihitung hanyalah barang dan jasa yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh warga negara dari negara yang pendapatan nasionalnya dihitung.



12 .  Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
1.      Faktor Sumber Daya Manusia
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

2.  Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

3.  Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

4. Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

5. Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas. (http://id.wikipedia.org/wiki/Pertumbuhan_ekonomi )

Faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi diantaranya adalah :
1.         Korupsi
     Korupsi akan mempersulit pembangunan karena akan membuat kekacauan dan ketidakefisienan  
     dalam pembelanjaan.

2.         Laju inflasi
Inflasi akan berdampak pada menurunnya indeks kepercayaan konsumen karena masyarakat cenderung mengurangi belanja karena berhati-hati terhadap resiko kenaikkan harga tinggi.

3.         Tingkat suku bunga
     Tingkat suku bungan akan mempengaruhi investasi.

4. Kenaikkan harga bahan bakar minyak
     Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mempengaruhi pertumbuhan ekonomi nasional karena dampak kebijakan tersebut menimbulkan "multiplayer effect" menyeluruh terhadap perekonomian.

5. Situasi keamanan yang tidak kondusif
     Ada beberapa pandangan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang kokoh dibutuhkan stabilitas politik dan keamanan. Investor yang pada saat ini dianggap sebagai salah satu yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak akan mau menanamkan modalnya (investasi jangka pendek maupun jangka panjang) jika keamanan tidak stabil.






 13 . Teori-Teori Pertumbuhan Ekonomi

1. Teori Pertumbuhan Klasik
Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi Klasik ada empat faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu jumlah penduduk, jumlah stock barang-barang modal, luas tanah, dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan. Walaupun menyadari bahwa pertumbuhan ekonomi tergantung kepada banyak faktor, ahli-ahli ekonomi Klasik terutama menitikberatkan perhatiannya kepada pengaruh pertambahan penduduk kepada pertumbuhan ekonomi.
Dalam teori pertumbuhan mereka, dikemukanan suatu teori yang menjelaskan perkaitan antara pendapatan per kapita penduduk dan jumlah penduduk. Teori tersebut dinamakan teori penduduk optimum. Apabila terdapat kekurangan penduduk, produksi marjinal adalah lebih tinggi daripada pendapatan per kapita. Maka pertambahan penduduk akan menaikkan pendapatan per kapita. Akan tetapi jika penduduk semakin banyak maka akan berlaku hukum hasil lebih yang semakin berkurang,yaitu produksi marjinal akan mulai mengalami penurunan.

2. Teori Schumpeter
Teori Schumpeter menekankan tentang pentingnya peranan pengusaha di dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Dalam teori ini ditunjukkan bahwa para pengusaha merupakan golongan yang akan terus menerus membuat pembaharuan atau inovasi dalam kegiatan ekonomi. Inovasi tersebut meliputi : memperkenalkan barang baru, mempertinggi efisien cara memproduksi dalam menghasilkan sesuatu barang, memperluas pasar suatu barang ke pasaran yang baru, mengembangkan sumber bahan mentah yang baru dan mengadakan perubahan dalam organisasi dengan tujuan mempertinggi efisiensi kegiatan perusahaan. Berbagai kegiatan inovasi ini akan memerlukan investasi baru

3. Teori Harrod-Domar
Teori Harrod-Donar dalam analisisnya bertujuan menerangkan syarat yang harus dipenuhi supaya suatu perekonomian dapat mencapai pertumbuhan yang teguh atau steady growth dalam jangka panjang. Teori ini beranggapan bahwa modal harus dipakai secara efektif, karena pertumbuhan ekonomi sangat dipengaruhi oleh peranan pembentukan modal tersebut.

4. Teori Pertumbuhan Neo Klasik
Abramovits dan Solow dalan teori pertumbuhan Neo Klasik mengemukakan bahwa faktor terpenting dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi bukanlah pertambahan modal dan pertambahan tenaga kerja. Faktor yang paling penting adalah kemajuan teknologi dan pertambahan kemahiran dan kepakaran tenaga kerja. ( Sadono Sukirno ; 433 ).








Bab III Penutup

Kesimpulan

Inflasi adalah proses kenaikan harga – harga umum barang – barang secara terus – menerus. Ini tidak berarti bahwa harga – harga berbagai macam barang itu naik dengan persentase yang sama. Kenaikan harga ini diukur dengan menggunakan indeks harga. Beberapa indeks harga yang sering digunakan untuk mengukur inflasi antara lain: Indeks biaya hidup (consumer price index), Indeks harga perdagangan besar (wholesale price index), GNP deflator.

Jenis inflasi menurut sifatnya: Merayap (creeping inflation), Inflasi menengah ( galloping inflation), Inflasi tinggi ( hyper inflation)
Jenis  inflasi menurut sebabnya : Demand – pull inflation , Cost – push inflation
Inflasi berdasarkan sumber atau penyebab: Inflasi tarikan permintaan, Inflasi desakan biaya , Inflasi di impor
Efek yang ditimbulkan dari Inflasi : Efek terhadap pendapatan(Equity Effect),Efek terhadap Efisiensi (Efficiency Effects), Efek terhadap Output ( Output Effects),Inflasi dan perkembangan ekonomi, Inflasi dan kemakmuran masyarakat
Cara Mencegah Inflasi: Kebijaksanaan Moneter, Kebijaksanaan Fiskal ,Kebijaksanaan yang berkaitan dengan Output, Kebijaksanaan penentuan harga dan indexing
Pengangguran didefinisikan sebagai ketidak mampuan angkatan kerja (labor force)untuk memperoleh pekerjaan sesuai yang mereka butuhkan dan mereka inginkan.Penyebab pengangguran: Pertumbuhan penduduk yang tinggi , Rendahnya laju investasi produktif, Siklus bisnis yang melemah, Rendahnya kualitas pendidikan masyarakat.,Strategi industry yang labor saving
Bentuk – bentuk pengangguran: Pengangguran terbuka (open unemployment),Setengah pengangguran  (underemployment), Bekerja secara tidak penuh, Tenaga kerja lemah (impaired), Tenaga kerja tidak produktif
Jenis pengangguran berdasarkan penyebabnya: Pengangguran normal atau friksiona, Pengangguran siklikal, Pengangguran structural, Pengangguran teknologi
Jenis pengangguran berdasarkan cirinya: Pengangguran terbuka, Pengangguran tersembunyi, Pengangguran musiman, Pengangguran setengah menganggur
Strategi mengatasi pengangguran: Pemerintah hendaknya menjalin kerjasama dengan swasta untuk mencari jalan keluar yang lebih baik,Pembenahan sector pendidikan, Pendorongan motivasi masyarakat untuk berwiraswasta pada berbagai bidang yang memiliki prospek perkembangan, Mengurangi pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi karena tingginya pertumbuhan penduduk akan mengakibatkan burden of dependency ratio yang tinggi pula
Hubungan inflasi dan pengangguran: Ada suatu hubungan terbalik antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran dalam suatu perekonomian. Semakin banyak pengusaha memperluas kesempatan kerja semakin dia harus membayar dengan faktor tertentu produksi dan pembayaran lebih banyak faktor produksi peningkatan biaya produksi unit akan diamati dan dalam rangka mempertahankan profitabilitas produk pengusaha akan mengembang harga produk tersebut.

Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah permasalahan setiap negara. Pertumbuhan ekonomi merupakan suatu faktor yang menentukan pembangunan ekonomi baik dinegara maju maupun berkembang. Semakin baik pertumbuhan ekonomi suatu negara maka semakin baik pula pembangunan ekonomi di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Terdapat banyak faktor yang mendorong dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Diperlukan usaha untuk dapat mengoptimalkan pengelolaan sumber-sumber daya di Indonesia untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Nopirin Ph.D, Pengantar Ilmu Ekonomi Makro Dan Mikro, Edisi Pertama, BPFE-YOGYAKARTA, Yogyakarta, 2000.
Boediono, Ekonomi Makro, Edisi Ke Empat, BPFE-YOGYAKARTA, Yogyakarta, 2001.
Sadono, Sukirno, Pengantar Teori MAKROEKONOMI, Edisi Pertama Cetakan ke 14, PTRaja Grafindo Persada, Jakarta,2002.
Suparmono, SE, MSI, Pengantar EKONOMIKA MAKRO,  Edisi Pertama, Unit Penerbit dan Percetakan(UPP) AMP YKPN, Yogyakarta, 2002

http://ratnaariani.blogspot.co.id/2015/03/makalah-inflasi-dan-pengangguran.html http://tugasleoespadamenejemen13unsri.blogspot.co.id/2015/01/makalah-pertumbuhan-ekonomi.html