DAFTAR ISI
COVER MAKALAH
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1
Latar Belakang.
2
Rumusan Masalah.
3
Tujuan.
BAB II PEMBAHASAN
1
Pengertian Sampah Oganik.
2
Pembuatan Pupuk Organik
3
Respon Tanaman Terhadap Pupuk Organik.
BAB III PENUTUPAN
1
Kesimpulan.
2
Saran.
3 Daftar Pustaka.
KATA
PENGANTAR
Puji
dan Syukur Saya Naikan Kepada TUHAN Yang Maha Kuasa Karena atas Berkat dan
Rahmatnya, sehingga saya bisa menyelesaikan Makalah ini
dengan segala baik. Dan di dalam Makalah ini Memuat tentang “
Pengelolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair”, dan Makalah ini adalah sebagai bukti
Saya Selaku Seorang Mahasiswa untuk memenuhi Tugas yang telah di berikan Dosen
“Bahasa Indonesia “ , kepada Saya.
Saya
sebagai Penulis menyadari bahwa Makalah ini jauh dari sempurna.
Oleh karena itu, Saya Penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang
sifatnya membangun demi sempurnaan Makalah ini. Semoga Makalah ini dapat berguna bagi Penulis dan Pembaca,
Serta Pihak-pihak yang telah membantu Saya dan Siapa saja yang ingin
memanfaatkan Laporan ini sebagai Refisi
.
Ambon,
20 Mei 2018
Penulis Makalah
Hendry Nahumury
BAB I PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Kepadatan
penduduk mengakibatkan semakin meningkat kebutuhan masyarakat, dengan semakin
banyak pula sampah yang dihasilkan, dan masalah masih menjadi masalah serius
yang belum bisa ditangani dengan tuntas. Sampah yang tidak mendapat penanganan
serius mengakibatkan pencemaran baik polusi udara, air, maupun tanah (Sukamto
Hadisuwito 2012)1, untuk itu diperluhkan penangan serius dalam
mengelolah sampah. Sampah terbagi atas sampah organik dan sampah anorganik.
Sampah anorganik merupahkan sampah yang sukar untuk
terurai, yang dapat diolah menjadi berbagai macam barang (Sukamto Hadisuwito 2012) sedangkan sampah
organik merupahkan sampah yang mudah terurai seperti kotora hewan, sisa-sisa
makanan, danging, sisa-sisa sayuran yang tidak terpakai lagi atau yang
berasaldari sampah rumah tangga yang dapat diolah menjadi pupuk organik cair2.
Pupuk organik cair adalah larutan yang berisi satu atau
lebih pembawa unsur yang dibutuhkan tanaman yang mudah larut, kelebihan pupuk
cair ini adalah mampu memberihkan unsur hara yang sesuai dengan kebutuhan
tanaman, disamping itu pupuk organik cair juga dinilai ramah lingkungan karena
unsur didalamnya sudah terurai dan tidak membawah penyakit bagi manusia apabila
mengkomsumsi sayuran yang memakai pupuk organikcair ini. berdasarkan hasil
pemikiran inilah maka dimbil judul “Pengelolahan Sampah
Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair” untuk makalah ini.
2.
Rumusan
Masalah
Sesuai dengan latarbelakang yang telah dikemukakan
sebelumnya, maka rumusan masalah makalah ini adalah bagaimana sampah organik
dapat menjadi pupuk agar dapat mengurangi pemakaian pupuk kimia , serta
membantu pemerintah dalam mengatasi masalah sampah yang berkepanjangan.
3.
Tujuan
Adapun tujuan pembuatan pupuk ortganik cair ini :
Ø Memanfaatkan
libah rumah tangga menjadi pupuk cair organik untuk mengembangkan sistem
pertanian organik.
BAB II PEMBAHASAN
1.
Pengertian Sampah Organik.
Menurut Ecolink (1996) Sampah adalah suatu baha yang
terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam
yang belum memiliki nilai ekonomis. Sedangkan menurut Institut Pertanian bogor
(2011) Pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara bagi
tanaman. Dalam kehidupannya, tanaman memerluhkan Nutrisi agar dapat tumbuh dan
berproduksi secara Normal3.
Sampah anorganik merupahkan sampah yang sukar untuk
terurai, yang dapat diolah menjadi berbagai macam barang (Sukamto Hadisuwito 2012) sedangkan sampah
organik merupahkan sampah yang mudah terurai seperti kotora hewan, sisa-sisa
makanan, danging, sisa-sisa sayuran yang tidak terpakai lagi atau yang
berasaldari sampah rumah tangga yang dapat diolah menjadi pupuk organik cair4.
Pupuk dapat di bedakanberdasarkan bahan asal,
Senyawa, Fasa, cara pengunaan, reaksi fisiologi, jumlah dan macam hara yang
dikandungnya5.
Berdasarkan asalnya dibedakan menjadi pupuk alam dan
pupuk buatan. Pupuk alam ialah pupuk yang terdapat di alam atau di buat dengan
bahan alam tanpa proses yang berarti. Misalnya : Pupuk kompos, pupuk hijau, pupuk
organik bukan hanya berbentuk padat berbentuk cair seprti Pupuk organik. Pupuk
cair sepertinya lebih mudah dimanfaatkan oleh tanaman karena unsur-unsur di
dalamnya sudah terurai dan tidak dalam jumlah banyak sehingga manfaatnya lebih
cepat terasa. Bahan baku pupuk cair dapat berasal dari pupuk padat dengan
perlakuan perendaman. Setelah beberapa Minggu dan melalui beberapa perlakuan,
Air rendaman sudah dapat di gunakan sebagai pupuk cair. Di masa depan, selain
begizi, unsur sehat dan ramah lingkungan. Menurut Litbang (2002), Metode
pertanian organik menjamin produk yang dihasilkan aman dikonsumsi, kandungan
Nutrisinya tinggi, dan ramah Lingungan.
Pupuk buatan ialah pupuk yang di buat oleh Pabrik.
Misalnya TSP, urea, Pupuk ini dibuat oleh pabrik dengan mengubah sumber daya
alam melalui Proses Fisika dan /atau kimia6.
2.
Pembuatan Pupuk Organik.
Cara pembuata Pupuk Organik terdiri atas
Ø Alat
dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan
Pupuk Organik adalah sebagai berikut :
ü Alat
1. Ember
2. Pisau
3. Telenan
4. Komposter
ü Bahan
1. Air
1 Liter
2. Cairan
EM-4 , 7 Penutup botol
3. Gula
11/2 kg
4. Air
beras 6 liter
5. Sisa-sisa
danging Ikan/ikan busuk (2 ekor ikan busuk)
6. Tomat
busuk 17 buah
7. Pisang
busuk 5 buah
8. Sisa-sisa
Sayuran yang tidak terpakai lagi (ditambah daun Lamtro) 6 kg
Ø Prosedur
Pembuatan
Setelah Alat dan Bahan
telah disediakan maka dilakukan proses Pembuatannya.
ü Semua
Bahan yang berukuran besar di potong kurang lebih 5cm seperti daun sawi atau
batang sayuran yang ukurannya besar agar pembusukannya sempurnah disamping itu
volume sampah yang tertampung banyak yang ditaruh dalam ember atau wadah yang
telah disediakan.
ü Campurkan
air 1 liter dan air beras 6 liter dengan cairan EM-4, 7 penutup botol dan gula
11/2 kg setelah itu dikocok sampai merata hingga Gula menjadi halus.
ü Kemudian
dicampurkan kedalam wadah yang telah disediakan, tempat untuk menaruh hasil
campuran semua bahan di sebut dengan Komposter ditutup rapat.
ü Pupuk
cair tersebut diberihkan tambahan Air beras untuk mempercepat kematangan waktu
yang di perluhkan hingga pupuk tersebut jadi kurang lebih satu Minggu dua hari
baru dapat di panen.
Ø Cara
Aplikasi Pupuk Cair
Pupuk Cair yang baru dipanen tidak langsung
digunakan, akan tetapi ditambahkan lagi larutan EM-4 sebanyak 10ml dalam 1
liter Pupuk Cair yang telah jadi kemudian didiamkan selam 2 hari agar
Mikroorganisme dapat berkembang dengan cepat, setelah itu baru bisa di berihkan
kepada tanaman.
1. Campurkan
1 botol Pupuk cair ke dalam 5 botol air (1:5), ukuran botol air disamakan
dengan ukuran botol penampung pupuk cair.
2. Kemudian
larutan tersebut disiramkan pada tanaman.
3.
Respon Tanaman terhadap Pupuk
Organik cair.
Setelah di lakukannya
Pengaplikasian Pupuk terhadap Tanaman, di sini saya Mengablikasikan kepada
tanaman Kangkung dengan cara disempprotkan ke tanaman, sehingga Tanaman mudah
menyerap Pupuk tersebut. Warnah dari Pupuk tersebut disesuaikan dengan bahan
yang di pergunakan.
Aplikasi Pupuk Organik
dilakukan pada tanaman Kangkung pada bedengan percontohan yang dilakukan dengan
sekalih tanpa ulangan dan hasil pengamatan, Pengamatan disajikan pada
tabel-tabel berikut :
Tabel
1. Respon Tinggih Tanaman dan Jumlah daun Akibat Perlakuan Tanpa Pupuk
|
Tanggal
Pengukuran
|
Tinggih Tanaman
( cm )
|
Jumlah Daun
|
|
02
|
Penanaman
|
Penanaman
|
|
15
|
5.2
|
4
|
|
21
|
9.5
|
7
|
|
31
|
12.2
|
9
|
Data
hasil Pengamatan DiLapangan
Dari hasil pengamatan
di atas maka terlihat bahwah tanaman tanpa Penggunaan Pupuk Memiliki
Pertumbuhan yang kurang baik bila di bandingkan dengan tanaman yang menggunakan
Pupuk Cair, karena tidak cukup tersedia Nutrisi tanaman atau makana bagi
tanaman sehingga pertumbuhan Tanaman menjadi kurang bagus, apabila Tanaman
Kangkung yang membutuhkan unsur Hara yang cukup dan tersedia untuk menunjang
pertumbuhannya, bahkan tanaman akan terlihat kurus, Pertumbuhan daun agak
terhambat pertumbuhan.
Tabel
2. Respon Tinggih Tanaman dan jumlah daun Akibat Perlakuan Pupuk
|
Tanggal
Pengukuran
|
Tinggih Tanaman (cm)
|
Jumlah Daun
|
|
2
|
Penanaman
|
Penanaman
|
|
15
|
5.2
|
4
|
|
21
|
13.8
|
9
|
|
31
|
15.6
|
13
|
Data
hasil Pengamatan DiLapangan
Dilihat dari percobaan
Pertanian Organik Sederhana dengan menggunakan Pupuk cair limbah rumah tangga
ini menunjukan Respon tanaman sangat baik pada pertumbuhan dan jumlah daun,
karena bukan saja satu unsur Hara yang terdapat di dalamnya seperti Pupuk
Anorganik tetapi beberapa unsur hara yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman
tersebut, selain itu dengan adanya terapan pertanian Organik dengan menggunakan
Pupuk cair, tanaman bisa langsung pergunakan dan mudah terserap oleh tanaman,
serta tidak merusak tanah, dan tidak menimbulkan polusi atau keracunan bagi
kita. Pupuk organik cair dari limbah organik ini memiliki berbagai macam unsur
yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga pertumbuhan tanaman juga terlihat sangat
baik, dan Pupuk cair ini dapat memperkaya Mikroorganisme yang hidup dan pemacu
tumbuh. Berdasarkan hal ini maka lebih baik menggunakan Pupuk Anorganik. Yang
menggandung unsur kimia yang berbahaya bagi tubuh Manusia , tanah dan
Lingkungan Masyarakat sekitar.
BAB III PENUTUPAN
1.
Kesimpulan
-
Sampah Rumah tangga merupahkan sampah
yang dapat diolah menjadi pupuk cair organik dan mengandung berbagai macam
unsur hara.
-
Denggan adanya pembuatan Pupuk organik
cair ini maka dapat mengurangi sampah rumah tangga ( sisa makanan, sayuran,
buahan) maupun sampah pasar (organik).
-
Pembuatan pupuk cair ini merupahkan
salah satu alternatif baru yang dapat digunakan oleh petani dan mudah dalam
pembuatannya dan dapat mengurangi pengunaan pupuk Kimia.
-
Pupuk organik cair ini mengandung beberapa
unsur Hara yang dibutuhkan oleh tanaman dan dapat langsung digunakan oleh
tanaman dan juga tida menimbulkan Residu kimia bagi tanaman dan aman untuk
digunakan.
-
Dengan mengunakan pupuk organik cair
pada tanaman Kangkung dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman serta jumlah daun
pada tanaman Kangkung.
2.
Saran
-
BagiTeman-teman untuk lebih Kritis dalam melihat masalah
Lingkungan Salah satunya adalah Sampah.
-
Bagi Ibu Rumah Tangga agar Sampah-sampah
jangan di buang tapi diolah untuk menjadi Pupuk orgaik cair yang dapat
digunakan dalam pengembangan sistem pertanian organik.
-
Bagi petani untuk dapat lebih banyak
menggunakan pupuk organik Supaya Mengurangi Tingkat pemakaian Pupuk Kimia.
3.
Daftar
pustaka
1. Sukamto
Hadisuwinto Membuat Pupuk Organik Cair, PT Agromedia pustaka,Jakarta,2012;hlm
17
2. Sukamto
Hadisuwinto Membuat Pupuk Organik Cair, PT Agromedia pustaka,Jakarta,2012;hlm
18
3. Sumeru
Ashri.Hortikultura Aspek Budidaya.Universitas Indonesia.Jakarta.2006;hlm 90
4. Sukamto
Hadisuwinto Membuat Pupuk Organik Cair, PT Agromedia pustaka,Jakarta,2012;hlm18
6. L.Murbandono
HS. Membuat kompas.Penerbit penebar Swadaya.Jakarta2009;hlm20
7. Karyatulisilmiah
Remaja Bethel2(filadelfia),thn2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar