Jumat, 08 Juni 2018

Pengelolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair

DAFTAR ISI

COVER MAKALAH
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1  Latar Belakang.
2  Rumusan Masalah.
 3  Tujuan.

BAB II PEMBAHASAN
1  Pengertian Sampah Oganik.
2  Pembuatan Pupuk Organik
3  Respon Tanaman Terhadap Pupuk Organik.

BAB III PENUTUPAN
1  Kesimpulan.
2  Saran.
3 Daftar Pustaka.




KATA PENGANTAR

               Puji dan Syukur Saya Naikan Kepada TUHAN Yang Maha Kuasa Karena atas  Berkat dan  Rahmatnya, sehingga saya bisa menyelesaikan  Makalah ini  dengan segala baik. Dan di dalam Makalah ini Memuat tentang “ Pengelolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair”, dan Makalah  ini adalah sebagai bukti Saya Selaku Seorang Mahasiswa untuk memenuhi Tugas yang telah di berikan Dosen “Bahasa Indonesia “ , kepada Saya.
             Saya sebagai   Penulis menyadari bahwa Makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, Saya Penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun demi sempurnaan Makalah ini.  Semoga Makalah  ini dapat berguna bagi Penulis dan Pembaca, Serta Pihak-pihak yang telah membantu Saya dan Siapa saja yang ingin memanfaatkan Laporan ini  sebagai Refisi .
                                                    


Ambon, 20 Mei 2018
           Penulis  Makalah


  Hendry Nahumury





BAB  I PENDAHULUAN

1.                  Latar Belakang

Kepadatan penduduk mengakibatkan semakin meningkat kebutuhan masyarakat, dengan semakin banyak pula sampah yang dihasilkan, dan masalah masih menjadi masalah serius yang belum bisa ditangani dengan tuntas. Sampah yang tidak mendapat penanganan serius mengakibatkan pencemaran baik polusi udara, air, maupun tanah (Sukamto Hadisuwito 2012)1, untuk itu diperluhkan penangan serius dalam mengelolah sampah. Sampah terbagi atas sampah organik dan sampah anorganik.
Sampah anorganik merupahkan sampah yang sukar untuk terurai, yang dapat diolah menjadi berbagai macam barang  (Sukamto Hadisuwito 2012) sedangkan sampah organik merupahkan sampah yang mudah terurai seperti kotora hewan, sisa-sisa makanan, danging, sisa-sisa sayuran yang tidak terpakai lagi atau yang berasaldari sampah rumah tangga yang dapat diolah menjadi pupuk organik cair2.
Pupuk organik cair adalah larutan yang berisi satu atau lebih pembawa unsur yang dibutuhkan tanaman yang mudah larut, kelebihan pupuk cair ini adalah mampu memberihkan unsur hara yang sesuai dengan kebutuhan tanaman, disamping itu pupuk organik cair juga dinilai ramah lingkungan karena unsur didalamnya sudah terurai dan tidak membawah penyakit bagi manusia apabila mengkomsumsi sayuran yang memakai pupuk organikcair ini. berdasarkan hasil pemikiran inilah maka dimbil judul “Pengelolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair” untuk makalah  ini.


2.                  Rumusan Masalah
Sesuai dengan latarbelakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka rumusan masalah makalah ini adalah bagaimana sampah organik dapat menjadi pupuk agar dapat mengurangi pemakaian pupuk kimia , serta membantu pemerintah dalam mengatasi masalah sampah yang berkepanjangan.


3.                  Tujuan

Adapun tujuan pembuatan pupuk ortganik cair ini :
Ø     Memanfaatkan libah rumah tangga menjadi pupuk cair organik untuk mengembangkan sistem pertanian organik.

BAB  II PEMBAHASAN

1.                  Pengertian Sampah Organik.

Menurut Ecolink (1996) Sampah adalah suatu baha yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Sedangkan menurut Institut Pertanian bogor (2011) Pupuk adalah suatu bahan yang mengandung satu atau lebih unsur hara bagi tanaman. Dalam kehidupannya, tanaman memerluhkan Nutrisi agar dapat tumbuh dan berproduksi secara Normal3.
Sampah anorganik merupahkan sampah yang sukar untuk terurai, yang dapat diolah menjadi berbagai macam barang  (Sukamto Hadisuwito 2012) sedangkan sampah organik merupahkan sampah yang mudah terurai seperti kotora hewan, sisa-sisa makanan, danging, sisa-sisa sayuran yang tidak terpakai lagi atau yang berasaldari sampah rumah tangga yang dapat diolah menjadi pupuk organik cair4.
Pupuk dapat di bedakanberdasarkan bahan asal, Senyawa, Fasa, cara pengunaan, reaksi fisiologi, jumlah dan macam hara yang dikandungnya5.

Berdasarkan asalnya dibedakan menjadi pupuk alam dan pupuk buatan. Pupuk alam ialah pupuk yang terdapat di alam atau di buat dengan bahan alam tanpa proses yang berarti. Misalnya : Pupuk kompos, pupuk hijau, pupuk organik bukan hanya berbentuk padat berbentuk cair seprti Pupuk organik. Pupuk cair sepertinya lebih mudah dimanfaatkan oleh tanaman karena unsur-unsur di dalamnya sudah terurai dan tidak dalam jumlah banyak sehingga manfaatnya lebih cepat terasa. Bahan baku pupuk cair dapat berasal dari pupuk padat dengan perlakuan perendaman. Setelah beberapa Minggu dan melalui beberapa perlakuan, Air rendaman sudah dapat di gunakan sebagai pupuk cair. Di masa depan, selain begizi, unsur sehat dan ramah lingkungan. Menurut Litbang (2002), Metode pertanian organik menjamin produk yang dihasilkan aman dikonsumsi, kandungan Nutrisinya tinggi, dan ramah Lingungan.

Pupuk buatan ialah pupuk yang di buat oleh Pabrik. Misalnya TSP, urea, Pupuk ini dibuat oleh pabrik dengan mengubah sumber daya alam melalui Proses Fisika dan /atau kimia6.



2.                  Pembuatan Pupuk Organik.

Cara pembuata Pupuk Organik terdiri atas

Ø  Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan untuk pembuatan Pupuk Organik adalah sebagai berikut :
ü     Alat

1.    Ember
2.    Pisau
3.    Telenan
4.    Komposter


ü    Bahan

1.    Air 1 Liter
2.    Cairan EM-4 , 7 Penutup botol
3.    Gula 11/2 kg
4.    Air beras 6 liter
5.    Sisa-sisa danging Ikan/ikan busuk (2 ekor ikan busuk)
6.    Tomat busuk 17 buah
7.    Pisang busuk 5 buah
8.    Sisa-sisa Sayuran yang tidak terpakai lagi (ditambah daun Lamtro) 6 kg

Ø  Prosedur Pembuatan
Setelah Alat dan Bahan telah disediakan maka dilakukan proses Pembuatannya.
ü    Semua Bahan yang berukuran besar di potong kurang lebih 5cm seperti daun sawi atau batang sayuran yang ukurannya besar agar pembusukannya sempurnah disamping itu volume sampah yang tertampung banyak yang ditaruh dalam ember atau wadah yang telah disediakan.

ü    Campurkan air 1 liter dan air beras 6 liter dengan cairan EM-4, 7 penutup botol dan gula 11/2 kg setelah itu dikocok sampai merata hingga Gula menjadi halus.

ü    Kemudian dicampurkan kedalam wadah yang telah disediakan, tempat untuk menaruh hasil campuran semua bahan di sebut dengan Komposter ditutup rapat.

ü    Pupuk cair tersebut diberihkan tambahan Air beras untuk mempercepat kematangan waktu yang di perluhkan hingga pupuk tersebut jadi kurang lebih satu Minggu dua hari baru dapat di panen.


Ø  Cara Aplikasi Pupuk Cair
Pupuk Cair yang baru dipanen tidak langsung digunakan, akan tetapi ditambahkan lagi larutan EM-4 sebanyak 10ml dalam 1 liter Pupuk Cair yang telah jadi kemudian didiamkan selam 2 hari agar Mikroorganisme dapat berkembang dengan cepat, setelah itu baru bisa di berihkan kepada tanaman.
1.      Campurkan 1 botol Pupuk cair ke dalam 5 botol air (1:5), ukuran botol air disamakan dengan ukuran botol penampung pupuk cair.
2.      Kemudian larutan tersebut disiramkan pada tanaman.


3.                  Respon Tanaman terhadap Pupuk Organik cair.
Setelah di lakukannya Pengaplikasian Pupuk terhadap Tanaman, di sini saya Mengablikasikan kepada tanaman Kangkung dengan cara disempprotkan ke tanaman, sehingga Tanaman mudah menyerap Pupuk tersebut. Warnah dari Pupuk tersebut disesuaikan dengan bahan yang di pergunakan.
Aplikasi Pupuk Organik dilakukan pada tanaman Kangkung pada bedengan percontohan yang dilakukan dengan sekalih tanpa ulangan dan hasil pengamatan, Pengamatan disajikan pada tabel-tabel berikut :

Tabel 1. Respon Tinggih Tanaman dan Jumlah daun Akibat Perlakuan Tanpa Pupuk
Tanggal  Pengukuran
Tinggih Tanaman
 ( cm )
Jumlah Daun
02
Penanaman
Penanaman
15
5.2
4
21
9.5
7
31
12.2
9
Data hasil Pengamatan DiLapangan



Dari hasil pengamatan di atas maka terlihat bahwah tanaman tanpa Penggunaan Pupuk Memiliki Pertumbuhan yang kurang baik bila di bandingkan dengan tanaman yang menggunakan Pupuk Cair, karena tidak cukup tersedia Nutrisi tanaman atau makana bagi tanaman sehingga pertumbuhan Tanaman menjadi kurang bagus, apabila Tanaman Kangkung yang membutuhkan unsur Hara yang cukup dan tersedia untuk menunjang pertumbuhannya, bahkan tanaman akan terlihat kurus, Pertumbuhan daun agak terhambat pertumbuhan.


Tabel 2. Respon Tinggih Tanaman dan jumlah daun Akibat Perlakuan Pupuk
Tanggal  Pengukuran
Tinggih Tanaman (cm)
Jumlah Daun
2
Penanaman
Penanaman
15
5.2
4
21
13.8
9
31
15.6
13
Data hasil Pengamatan DiLapangan




Dilihat dari percobaan Pertanian Organik Sederhana dengan menggunakan Pupuk cair limbah rumah tangga ini menunjukan Respon tanaman sangat baik pada pertumbuhan dan jumlah daun, karena bukan saja satu unsur Hara yang terdapat di dalamnya seperti Pupuk Anorganik tetapi beberapa unsur hara yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman tersebut, selain itu dengan adanya terapan pertanian Organik dengan menggunakan Pupuk cair, tanaman bisa langsung pergunakan dan mudah terserap oleh tanaman, serta tidak merusak tanah, dan tidak menimbulkan polusi atau keracunan bagi kita. Pupuk organik cair dari limbah organik ini memiliki berbagai macam unsur yang dibutuhkan oleh tanaman sehingga pertumbuhan tanaman juga terlihat sangat baik, dan Pupuk cair ini dapat memperkaya Mikroorganisme yang hidup dan pemacu tumbuh. Berdasarkan hal ini maka lebih baik menggunakan Pupuk Anorganik. Yang menggandung unsur kimia yang berbahaya bagi tubuh Manusia , tanah dan Lingkungan Masyarakat sekitar.

BAB  III PENUTUPAN
1.                  Kesimpulan
-          Sampah Rumah tangga merupahkan sampah yang dapat diolah menjadi pupuk cair organik dan mengandung berbagai macam unsur hara.
-          Denggan adanya pembuatan Pupuk organik cair ini maka dapat mengurangi sampah rumah tangga ( sisa makanan, sayuran, buahan) maupun sampah pasar (organik).
-          Pembuatan pupuk cair ini merupahkan salah satu alternatif baru yang dapat digunakan oleh petani dan mudah dalam pembuatannya dan dapat mengurangi pengunaan pupuk Kimia.
-          Pupuk organik cair ini mengandung beberapa unsur Hara yang dibutuhkan oleh tanaman dan dapat langsung digunakan oleh tanaman dan juga tida menimbulkan Residu kimia bagi tanaman dan aman untuk digunakan.
-          Dengan mengunakan pupuk organik cair pada tanaman Kangkung dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman serta jumlah daun pada tanaman Kangkung.

2.                  Saran
-          BagiTeman-teman  untuk lebih Kritis dalam melihat masalah Lingkungan Salah satunya adalah Sampah.
-          Bagi Ibu Rumah Tangga agar Sampah-sampah jangan di buang tapi diolah untuk menjadi Pupuk orgaik cair yang dapat digunakan dalam pengembangan sistem pertanian organik.
-          Bagi petani untuk dapat lebih banyak menggunakan pupuk organik Supaya Mengurangi Tingkat pemakaian Pupuk Kimia.


3.                  Daftar pustaka
1.      Sukamto Hadisuwinto Membuat Pupuk Organik Cair, PT Agromedia pustaka,Jakarta,2012;hlm 17
2.      Sukamto Hadisuwinto Membuat Pupuk Organik Cair, PT Agromedia pustaka,Jakarta,2012;hlm 18
3.      Sumeru Ashri.Hortikultura Aspek Budidaya.Universitas Indonesia.Jakarta.2006;hlm 90
4.      Sukamto Hadisuwinto Membuat Pupuk Organik Cair, PT Agromedia pustaka,Jakarta,2012;hlm18
5.      Diunduh dari www.google.com, pada tanggal25juli2013,04.00WIT
6.      L.Murbandono HS. Membuat kompas.Penerbit penebar Swadaya.Jakarta2009;hlm20

7.      Karyatulisilmiah Remaja Bethel2(filadelfia),thn2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar